Falsafah Kepemimpinan Pemerintahan Versi Syahrul YL

Syahrul menulis disertasi berjudul Penerapan Prinsip-prinsip Good Governance dalam Pengawasan Fungsional pada Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan.

Falsafah Kepemimpinan Pemerintahan Versi Syahrul YL
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat menjadi Gubernur Sulsel 

TRIBUN-TIMUR.COM - Calon Gubernur Syahrul Yasin Limpo meraih gelar kandidat doktor hukum setelah berhasil mempertahankan propsal judul disertasi di Program Pascasarjana (PPs) Magister Hukum Unhas.

Syahrul menulis disertasi berjudul Penerapan Prinsip-prinsip Good Governance dalam Pengawasan Fungsional pada Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan.

Berikut penggalan isi disertasinya diperoleh TribunTimur.com, Selasa (14/8/2018):

Mengapa ada seorang pemimpin yang selalu dicintai oleh rakyatnya?, mengapa pula ada seorang pemimpin yang selalu dimusuhi oleh rakyatnya? Ini sangat tergantung dari sifat atau karakter dan seorang pemimpin masyarakat.

Kalau selama memegang jabatan kepemimpinan itu selalu mengutamakan kepentingan rakyat.

Maka tentu rakyatnya akan mendukungnya, tapi kalau pemimpin itu hanya untuk mementingkan diri sendiri atau golongannya, bahkan bertindak lalim, korup dan otoriter terhadap
rakyatnya, maka tentu rakyat akan membencinya.

Karena itu, dalam falsafah Bugis-Makassar, berlaku suatu nilai atau prinsip kepemimpinan yang semestinya jadi rujukan nilai kearifan lokal (local wisdom) kepemimpinan, tidak terkecuali dan bahkan teramat penting dalam kepemimpinan pemerintahan.

Prinsip Siri' na Pacce

Siri na Pacce/Pesse merupakan falsafah atau prinsip hidup bagi suku Makassar. Siri dipergunakan untuk membela kehormatan terhadap orang-orang yang memperkosa harga dirinya.
Sedangkan pacce dipakai untuk membantu sesama anggota masyarakat yang berada dalam penderitaan maupun dalam kesusahan.

Sering kita dengar ungkapan orang Makassar berbunyi:"Punna tena siri'nu paccenu seng paknia
(kalau tidak ada siri'mu paccelah yang kau pegang teguh).

Halaman
1234
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help