Ratusan Petani Tana Toraja Ikut Pelatihan Basmi Tikus

Gerakan Pengendalian Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT) tikus pada tanaman padi tersebut diikuti Gapoktan Beringin

Ratusan Petani Tana Toraja Ikut Pelatihan Basmi Tikus
risnawati/tribuntoraja.com
Anggota DPRD Provinsi Sulsel Pendi Bangadatu pada acara Gerakan Pengendalian Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT) tikus pada tanaman padi kepada Gapoktan Beringin dan Sang Saroang di area persawahan, Dusun Padang, Lembang (Desa) Gassing, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Sulsel, Senin (13/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, MENGKENDEK - Seratus petani dari Kelompok Tani (Gapoktan) dibekali teknik pembasmian hama tikus menggunakan tiran dan alpostran di Dusun Padang, Lembang (Desa) Gasing, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Sulsel, Senin (13/8/2018).

Tiran dan Alpostran kepanjangan dari Tikus Diracun Amran (Tiran) dan Alat Empos Tikusnya Amran (Alpostran), merupakan racun tikus dan alat pembasmi temuan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

Kepala UPT Balai Proteksi Tanaman Pangan Holtikultura (BPTPH) Unit Maros, Samsul Patta mengatakan, hama yang paling mendominasi di Sulsel adalah tikus sehingga dilakukan gerakan pengendalian hama kepada Gapoktan yang pertama kalinya dilaksanakan di Tana Toraja sesuai usulan DPRD Sulsel.

"Harapan kami tolong para penyuluh untuk mendampingi para petani agar mengetahui secara pasti penggunaan racun tikus dan semoga bantuan dari Pemerintah ini digunakan semaksimal mungkin," ujar Samsul.

Gerakan Pengendalian Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT) tikus pada tanaman padi tersebut diikuti Gapoktan Beringin dan Sang Saroang di area persawahan.

Anggota DPRD Provinsi Sulsel Komisi D Ekonomi Pertanian, Pendi Bangadatu yang juga turut hadir mengatakan, sudah tiga kali petani di dusun padang gagal panen akibat hama tikus yang berkeliaran di persawahan sekitar luas 50 hektar.

"Sebulan lalu saat kunjungan kerja sosialisasi perda, warga setempat menyampaikan permasalahan hama ini dan dari hasil diskusi saya sekaligus sampaikan ini ke DPRD Sulsel," jelas Pendi.

Dikatakannya, dalam sebulan bantuan obat pembasmi hama Tiran dan Alpostran kemudian didatangkan langsung oleh UPT BPTPH Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulsel, yang sekaligus pembekalan cara menggunakannya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Lembang Gasing Yulius Maksi mengatakan, sejak lama para petani mengeluhkan persoalan hama tikus sehingga penghasilan panen padi berkurang dan warga memilih mengkonsumsi daripada menjual beras.

"Hanya sebulan setelah kami sampaikan, akhirnya bisa terealisasi dan saya bersama para petani berterimakasih dengan usulan yang diberikan Dewan Pendi Bangadatu, antusias petani sangat baik dan merasa terbantu," tutup Yulius.

Para petani yang mengikuti gerakan pengendalian berharap setelah pembasmihan hama kali ini, masih bisa dilanjutkan dengan bantuan pupuk dan lainnya, sebab sejak tahun 2015 tidak pernah lagi mendapat bantuan hama dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja.

Penulis: Risnawati M
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved