Penggalangan Dana Untuk Korban Gempa Lombok Nyaris Dibubarkan Satpol PP di Bantaeng

Memberi waktu kepada mereka untuk melakukan penggalangan dana hanya 30 menit, jika tidak maka akan dibubarkan paksa.

Penggalangan Dana Untuk Korban Gempa Lombok Nyaris Dibubarkan Satpol PP di Bantaeng
edi hermawan/tribunbantaeng.com
Penggalangan dana yang dilakukan puluhan pemuda di perempatan Patung Andi Mannappiang, Jl Raya Lanto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulael, nyaris dibubarkan Satpol PP, Senin (13/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Puluhan pemuda yang berasal dari tiga organisasi menggelar penggalangan dana di perempatan Patung Andi Mannappiang, Jl Raya Lanto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin (13/8/2018).

Penggalangan dana itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap bencana alam yang melanda warga Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang sedang ditimpa musibah di Lombok," kata Ketua IPPRI Bantaeng Islahuddin kepada TribunBantaeng.com.

Mereka membentangkan spanduk sambil membawa kardus bertuliskan 'Pray for Lombok' sambil mengumpulkan bantuan dari para pengendara yang melintas.

"Mohon bantuannya pak, untuk saudara-saudara kita di Lombok," ujar salah seorang dari mereka.

Baca: Korcab VI Jalasenastri Armada II Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

Baca: Bakornas LKMI PB HMI Buka Donasi untuk Korban Gempa Lombok

Sayangnya, aksi sosial itu hampir saja dibubarkan oleh sejumlah personel Satpol PP Bantaeng. Mereka mengaku ada perda yang melarang aksi penggalangan dana.

"Tadi teman-teman hampir dibubarkan oleh Satpol PP, alasannya karena ada Perda larangan melakukan bakti sosial," tambah Islahuddin.

Salah seorang personel Satpol PP mengatakan kepada peserta penggalangan dana bahwa hal yang dilakukan itu memalukan jika dilakukan di Bantaeng.

Serta memberi waktu kepada mereka untuk melakukan penggalangan dana hanya 30 menit, jika tidak maka akan dibubarkan paksa.

"Katanya memalukan aksi penggalangan dana ini. Kami juga hanya diberi waktu 30 menit, jika tidak bubar maka akan dibubarkan paksa," tuturnya.(*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help