Legislator PKS Bantaeng Kecam Tindakan Satpol PP yang Ingin Bubarkan Penggalangan Dana

Suwardi yang datang langsung ke tempat penggalangan dana pun geram atas upaya pembubaran.

Legislator PKS Bantaeng Kecam Tindakan Satpol PP yang Ingin Bubarkan Penggalangan Dana
edi hermawan/tribunbantaeng.com
Penggalangan dana yang dilakukan puluhan pemuda di perempatan Patung Andi Mannappiang, Jl Raya Lanto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulael, nyaris dibubarkan Satpol PP, Senin (13/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Penggalangan dana oleh puluhan pemuda yang merupakan gabungan dari sejumlah organisasi nyaris dibubarkan oleh Satpol PP. Mereka mengaku pembubaran itu atas perintah kasatpol PP.

Penggalangan dana yang dilakukan di perempatan Patung Andi Mannappiang, Jl Raya Lanto, Kecamatan Bantaeng itu sebagai aksi sosial untuk membantu korban bencana alam di Lombok, Provinsi NTB, Senin (13/8/2018).

Legislator PKS Bantaeng, Suwardi yang datang langsung ke tempat penggalangan dana pun geram atas upaya pembubaran yang dilakukan oleh Satpol PP tersebut.

Dia menyebutkan bahwa tidak ada yang boleh menghalangi niat baik mereka. Sebab bukanlah merupakan sebuah tindakan terlarang.

Baca: Penggalangan Dana Untuk Korban Gempa Lombok Nyaris Dibubarkan Satpol PP di Bantaeng

Baca: Peduli Lombok, IPMAL dan IMM Galang Dana di Perbatasan Parepare-Pinrang

"Tak ada satupun yang boleh menghalangi penggalangan dana ini, kegiatan ini bukanlah pungli. Jadi yang wajib dilarang itu pungli, tapi tidak dengan aksi sosial ini," tuturnya kepada TribunBantaeng.com.

Dia juga mengaggap bahwa Satpol PP tidak berhak membubarkan kegiatan itu sebab penggalangan dana itu merupakan aksi sosial.

Pada pemuda tersebut menurutnya punya niat baik untuk membantu sesama yang sedang ditimpa musibah gempa di Lombok NTB.

"Ini adalah aksi sosial untuk kemanusiaan dan itulah cara kita untuk membantu saudara kita di Lombok yang sedang tertimpa musibah," tuturnya.

Puluhan pemuda yang ikut penggalangan dana itu adalah mereka yang merupakan gabungan dari IPP-RI, PMII, AGRA, PEMBARU, FPM Sulsel, KPM Pena, FKPM Sobat, KTI Bonto Maccini dan OASE.(*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved