LBH Makassar: Penggunaan HP di Rutan Harus Diperketat

Penggunaan HP bagi narapidana tanpa pengawasan ketat berpotensi besar terjadinya tindakan kejahatan

LBH Makassar: Penggunaan HP di Rutan Harus Diperketat
HANDOVER
Direktur LBH Makassar Haswandi Andi Mas 

Laporan wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar menyoroti bebasnya penggunaan alat komunikasi bagi warga binaan yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau pun rumah tahanan.

Penggunaan HP bagi narapidana tanpa pengawasan ketat berpotensi besar terjadinya tindakan kejahatan, baik pengendalian narkoba di dalam lembaga ataupun tindak kejahatan lainya.

Seperti baru baru ini terjadi, seorang narapidana narkotika memerintahkan gen narkoba di Makassar untuk membakar rumah di Panampu, Makassar melalui via telpon.

Pembakaran itu terjadi lantaran pemilik rumah bernama Fahri diduga memiliki utang sabu sabu kepada napi bernama Akbar yang sementara mendekam di lapas, namun belum dibayar.

Baca: Utang Penjualan Narkoba Rp 9 Juta, Akbar Cs Tega Bakar Rumah Warga di Tinumbu

"Seharunya pihak lapas ataupun rutan mengatur mengenai penggunaan alat komunikasi di dalam lembaga. Misalnya disediakan telpon umum di ruangan tertentu," kata Direktur LBH Makassar, Haswandi Andi Mas.

Haswandi mengatakan penggunaan hape tidak bisa dilarang karena merupakan hak implementasi bagi napi untuk berkomunikasi dengan pengacara atau keluarganya. Tetapi itu bisa diawasi dengan ketat.

Salah satu solusi yang baik adalah pihak lembaga menyediakan telpon umum bagi narapidana, sehingga pihak petugas dengan mudah mengawasi dan mengontrol para narpidana atau warga binaan.

Baca: Napi Kendalikan Narkoba dari Lapas atau Rutan, Kemenkuham Perkuat Koordinasi dengan Polisi dan BNN

"Kalau lewat telpon umum yang disediakan bisa dideteksi nomor pihak yang dihubungi," tuturnya.

LBH mengakui peredaran narkoba di Makassar masih sangat marak.

Hal itu terjadi lantaran belum ada komitmen nyata dan ketegasan dari pimpinan ASN khususnya Kepolisian, Jaksa dan Lapas. (san)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help