Air Mancur Tak Difungsikan, Kadis DLH Luwu Salahkan Pedagang

Dia pernah menyurati pedagang yang berjualan di sepanjang Taman Andi Benni namun tak dihiraukan.

Air Mancur Tak Difungsikan, Kadis DLH Luwu Salahkan Pedagang
desy/tribunluwu.com
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu, Wahyuddin menanggapi soal air mancur di Taman Andi Benni Belopa tidak berfungsi, Senin (13/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu, Wahyuddin menanggapi soal air mancur di Taman Andi Benni Belopa tidak berfungsi, Senin (13/8/2018).

Saat ditemui TribunLuwu.com Wahyuddin menyalahkan pedagang yang berjualan di sekitar taman yang teletak di Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Luwu.

"Ah itu saya jengkel dengan penjual-penjual di situ, kalau saya nyalakan semakin banyak orang yang datang disekitar situ sampahnya dibuang sembarangan," ujarnya.

Dia pernah menyurati pedagang yang berjualan di sepanjang Taman Andi Benni namun tak dihiraukan.

Baca: Putra Kadis Perdagangan Luwuk Banggai Aniaya Kekasih di Luwu Dijerat Pasal Ini

Ia juga menyangkan surat yang dilayangkan tidak ditindaki oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Sementara suratnya ditembuskan juga ke intansi penegak peraturan daerah (Perda) itu.

"Penegakan perda itukan rananya Satpol PP, Jadi harus menertibkan adalah Satpol PP. Saya hanya melayangkan surat saja. Alat itu berfungsi baik, hanya keluarga kita tidak merasa memiliki. Habis lampunya dicuri, habis nosenya juga ambil," jelasnya.

Pihaknya juga terkendala soal pengisian kolam air mancur yang menggunakan air 40 hingga 50 mobil tangki baru kolam terisi penuh.

Kalau menggunakan pompa membutuhka waktu selama 10 hari untuk pengisian kolam air mancur.

Dan kini kolam air mancur jadi tempat sampah. Di dalam kolam dipenuhi sampah yang didominasi sampah plastik bekas minuman dan makanan.

Baca: Tim BM-SBj Minta Pemkab Luwu Mengakomodir 12 Program Kampanyenya

Di samping itu, salah seorang warga Reza mengaku, kecewa dengan pemerintah yang mengelola taman tersebut.

"Kasian, padahal dulunya orang berdatangan ke sini foto karena ada kolam air mancur. Dan sekarang sudah jadi tempat sampah," katanya.

Kolam air mancur milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu ini berfungsi pada 2016 dan awal 2017 saja.

Informasi yang dihimpun sebelumnya oleh tribunluwu.com alat kolam air mancur ini merupakan barang impor.

Bahkan teknisinya didatangkan dari luar Sulawesi.(*)

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help