2 UKM Dilatih Politani Pangkep Teknik Budidaya Karang Hias Lestari di Pulau Barrang Lompo Makassar

Strategi dan metode budidaya karang hias yang dilakukan PPPE, mampu menjaga dan mempertahankan kelestarian terumbu karang

2 UKM Dilatih Politani Pangkep Teknik Budidaya Karang Hias Lestari di Pulau Barrang Lompo Makassar
handover
Penataan konfigurasi karang dari teknik budidaya karang hias lestari berbasis kemasyarakatan oleh Politani Pangkep di Pulau Barrang Lompo Makassar, Sulawesi Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jurusan Agribisnis Perikanan dan Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ((PPNP) atau akrab dikenal dengan Politani Pangkep melakukan program pengembangan produk ekspor (PPPE).

Program tersebut di lakukan Politani Pangkep dengan melakukan pembinaan dan pendidikan kepada dua usaha kecil menengah (UKM) tentang teknik budidaya karang hias lestari berbasis kemasyarakatan di Pulau Barrang Lompo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dikutip dari rilis yang diterima tribun-timur, Sabtu (11/8/2018), kegiatan PPPE tersebut didanai oleh dana riset dan pengabdian kepada masyarakat berasal dari Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) dan Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan.

Baca: 13 Pengusaha Wanita dari Papua Ini Magang di LSP Politani Pangkep

Baca: Mahasiswa Demo Pertanyakan KTM, Dirut Politani Pangkep Sebut Ada Kesalahpahaman

Baca: Ratusan Mahasiswa Politani Pangkep Demo di Depan Gedung Rektorat

Program pengembangan tersebut diketuai oleh Dr Mauli Kasmi SPi MSi didukung anggota pertama Ir Asriany MSi keduanya dari jurusan Agribisnis Perikanan. Lalu anggota kedua Dr Andi Ridwan Makkulawu ST MSc dari Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan.

Mauli Kasmi sebagai ketua program ini merupakan sosok yang tidak asing terkait terumbu karang. Latar belakangnya sebelum menjadi akademisi tahun 2005, adalah manajer PT Dinar Darum Lestari, perusahaan bidang ekspor ikan hias dan koral.

Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) dilakukan Politani Pangkep dengan mendidik UKM tentang teknik budidaya karang hias lestari berbasis kemasyarakatan di Pulau Barrang Lompo Makassar, Sulawesi Selatan.
Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) dilakukan Politani Pangkep dengan mendidik UKM tentang teknik budidaya karang hias lestari berbasis kemasyarakatan di Pulau Barrang Lompo Makassar, Sulawesi Selatan. (handover)

“Pada program pengembangan produk ekspor (PPPE) tersebut, kami fokus tentang produksi budidaya karang hias sebagai salah satu alternatif. Karena produk ini sangat bagus untuk pangsa ekspor di luar negeri,” kata Mauli yang juga Ketua Asosiasi Koral dan Ikan Hias Sulawesi (AKIS) ini.

Lebih jauh, Mauli menjelaskan, tujuan PPPE dengan teknik budidaya karang hias secara lestari berbasis masyarakat adalah untuk memperoleh jumlah produk, jenis, serta peningkatan habitat karang yang berkualitas.

“Program ini untuk mengajarkan UKM dalam memahami usaha karang hias. Terutama sebagai usaha yang penuh kreatif dan dedikasi dengan sentuhan upaya inovasi produksi dikembangkan secara terus tanpa ketergantungan dari produk alam,” jelas Mauli.

Baca: Didesak Mundur, Begini Penjelasan Wadirut 3 Politani Pangkep Soal KTM

Baca: Hadapi Serbuan Tenaga Asing, LSP Politani Pangkep Tingkatkan Kompetensi Asesor

Baca: Lawan Ahli JPU, Terdakwa Korupsi Pembangunan Jalan Lingkar Politani Pangkep Hadirkan Ini

Menurut Mauli, meski bukan lagi sebagai pelaku usaha tetapi masih eksis membina pengusaha yang konsen terhadap bisnis koral dan ikan hias. Apalagi ia dikenal sebagai tenaga ahli kegiatan survei potensi tumbuhan dan satwa liar yang diperdagangkan di Sulawesi Selatan.

Halaman
1234
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved