Kerap Dirazia di Pangkep, Pengemis Pindah ke Maros

Fahmi mengatakan, Jumat (10/7/2018) beberapa pengemis yang didapat di Maros, juga pernah ditemuinya di Pangkep

Kerap Dirazia di Pangkep, Pengemis Pindah ke Maros
HANDOVER
Seorang pengemis perempuan meminta uang kepada pengunjung warkop 89 jalan Pettarani, Maros. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Sejumlah pengemis menyerbu Maros setelah diusir dari Pangkep. Saat ini, Satpol PP Pangkep gencarkan razia pengemis yang meresahkan.

Seorang warga Pangkep, Fahmi mengatakan, Jumat (10/7/2018) beberapa pengemis yang didapat di Maros, juga pernah ditemuinya di Pangkep. Namun, para pengemis memilih Maros karena belum pernah ditindak.

"Itu ibu-ibu (pengemis) pernah saya dapat di Pangkep. Tapi mereka tidak pernah lagi ke Pangkep, karena sudah dilarang beroperasi. Makanya ke Maros semua," kata Fahmi saat menyeruput kopi di warkop 89 jalan Pettarani, Maros.

Menurut Fahmi, selain di tempat ramai, pengemis juga berada di traffic light. Saat lampu merah menyala, pengemis mendatangi mobil dan motor yang sementara berhenti.

"Kalau pengemis di lampu merah, mereka malah membahayakan pengendara dan dirinya sendiri. Saat lampu hijau menyala, mereka baru menyebeang jalan lagi, setelah minta-minta," katanya.

Warga menilai, Dinas Sosial gagal menegakkan aturan larangan mengemis di Maros. Dinsos lebih banyak menunggu laporan di kantor dibanding turun lapangan.

Indra berharap, Dinsos aktif berpatroli dan menangkap pengemis yang meresahkan. Jika Dinsos diam, maka jumlah pengemis di Maros akan terus bertambah.

"Kami minta Dinsos tindaki para pengemis itu. Jika tidak, mereka akan memanggil pengemis lainnya karena Maros masih aman dijadikan lokasi mengemis," katanya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help