Home »

Maros

Warga Keluhkan Aktivitas Tambang di Desa Bonto Matene

Warga sudah mempertanyakan izin tambang tersebut, namun pengelola mengaku belum mengantongi izin.

Warga Keluhkan Aktivitas Tambang di Desa Bonto Matene
Truk tambang melintas di jalan SMP Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Mandai, Maros 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Aktivitas tambang ilegal juga marak di Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Mandai, Maros. Hal tersebut meresahkan dan merugikan warga sekitar.

Seorang warga, Hamzan mengatakan, Kamis (9/8/2018) tambang galian C tersebut diduga tidak berizin. Warga sudah mempertanyakan izin tambang tersebut, namun pengelola mengaku belum mengantongi izin.

Keberadaan tambang dikeluhkan oleh warga, lantaran debu terbang ke rumah akibat truk pengangkut tanah timbunan. Setiap hari, warga menghirup udara bercampur debu.

"Setiap hari, warga mengeluh karena rumahnya kotor akibat debu. Sudah beberapa bulan kami, menghirup udara berdebu. Itu membuat kami sesak nafas," katanya.

Setiap hari, warga rutin membersihkan perabot dan teras rumah akibat debu yang bertebaran. Teruk penambang yang melintas juga ugal-ugalan.

Selain debu keberadaan tambang tersebut juga mengancam keselamatan pengendara lain. Pasalnya, meski mengangkut tanah, truk tetap ugak-ugalan di jalan raya.

"Tidak ada manfaatnya itu tambang ada di desa kami. Selain berdebu, truknya juga ugal-ugalan. Padahal banyak pengendara lain, khususnya anak sekolah. Sopir truk terkesan senang, jika banyak orang," katanya.

Aktivitas tambang tersebut juga menggunakan akses ke SMP Bonto Matene. Akibatnya, proses belajar mengajar juga terganggu akibat suara bising alat berat dan truk.

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help