Walhi Temukan 11 Tambang di Moncongloe, 9 di Antaranya Ilegal

Direktur Walhi, Muh Al Amin mengatakan, berdasarkan hasil investigasinya, dari 11 tambang tersebut, hanya dua yang memiliki izin

Walhi Temukan 11 Tambang di Moncongloe, 9 di Antaranya Ilegal
TRIBUN-TIMUR/ANSAR
Kondisi ruas jalan Moncongloe Bulu, Moncongloe, Maros, berdebu akibat aktivitas tambang liar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan menemukan ada 11 kegiatan tambang yang merusak di Moncongloe, Maros, Kamis (9/8/2018).

Direktur Walhi, Muh Al Amin mengatakan, berdasarkan hasil investigasinya, dari 11 tambang tersebut, hanya dua yang memiliki izin.

Adanya sembilan perusahaan tambang yang tidak berizin, menjadi bukti kebobrokan pemerintah. Penambang leluasa menambang meski tidak memiliki izin. Seharusnya tambang dilakukan secara legal.

"Kami hanya menemukan dua kegiatan tambang yang memiliki izin. Selebihnya kami menduga kuat tanpa izin. Yang punya izin juga tidak boleh sesukanya mengeruk tanah di desa. Pemilik izin juga harus menerapkan kaidah-kaidah lingkungan hidup," katanya.

Amin melanjutkan, pengurukan atau tambang galian tersebut memiliki daya rusak. Selain merusak lahan pertanian, tambang juga membuat warga menghirup udara bercampur debu.

Beberapa bulan terakhir, warga memasanf senjumlah terpal untuk menghalau debu masuk kedalam rumah. Jika tidak, maka debu akan masuk menggeroti bagian dalam rumah.

"Artinya, warga yang hidup disana selalu menghirup debu hasil tambang. Coba lihat, warga disana, terpal seharisnya digunakan menjemur padi, malah dijadikan pelindung rumah," katanya. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help