Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemilu 2019

Nyaleg Lewat PKS, Aktivis Ini Bakal Bersaing dengan Ketua DPRD Bantaeng

Dia mengendarai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan akan bertarung pada Daerah Pemilihan (Dapil) Bantaeng 4 Kecamatan Pajukukang.

Penulis: Edi Hermawan | Editor: Mahyuddin
HANDOVER
Aktivis pemberdayaan masyarakat di Bantaeng, Kamaluddin, bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Aktivis pemberdayaan masyarakat di Bantaeng, Kamaluddin, bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Dia mengendarai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan akan bertarung pada Daerah Pemilihan (Dapil) Bantaeng 4 Kecamatan Pajukukang.

Hal dasar yang menjadi motivasi dirinya untuk ikut berebut kursi calon wakil rakyat menurutnya adalah tentang keberpihakan pemuda.

Dia merasa, pemuda saat ini masih eksis untuk bergerak pada ranah sosial.

Baca: Usai Putusan MK, Ilham Azikin: Lupakan Pilkada, Mari Bersama Bangun Bantaeng

Kepedulian dan gerakannya pun cenderung untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

"Saya ini pemuda yang masih aktif berjuang dan bergerak pada ranah sosial, lewat organisasi pemberdayaan, sehingga paham apa yang dirasakan dan dibutuhkan masyarakat," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Kamis (9/8/2018).

Selain itu, alumnus Fakultas Tehnik UIN Alauddin Makassar itu juga selama ini banyak mendengar keluh kesah dari masyarakat tentang para wakilnya di dewan.

Dari cerita itu, DPRD dimasa lalu dirasanya hanya hadir untuk sekedar memberi janji, tetapi menghilang begitu terpilih.

"Padahal tugas pokok dari para anggota dewan adalah menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat. Sehingga saya ingin membuktikan bahwa sejatinya wakil rakyat tidaklah demikian," tambahnya.

Baca: Peringati HUT RI, Pemkab Bantaeng Libatkan HPMB dan KKN Unhas

Mengendarai PKS untuk bertarung, tentu bukanlah hal mudah sebab pada partai yang sama masih terdapat nama Ketua DPRD Bantaeng, Abdul Rahman Tompo yang akan menjadi pesaingnya.

Sehingga, pihaknya mengaku perlu skenario khusus untuk mampu bersaing

. Salah satunya dengan melibatkan sumberdaya dari para konsultan politik.

"Selain itu, kami punya relawan yang bergerak secara massif di masyarakat dan dalam tiap TPS itu terdapat lima orang relawan," jelas pemuda yang aktif pada Lembaga Mitra Indonesia (LMI) itu.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved