Korban Meninggal karena Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia Tertinggi di Dunia

Jumlah tersebut membuat Indonesia berada di peringkat pertama negara dengan rasio tertinggi kematian akibat kecelakaan lalu lintas di dunia.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia pada 2017 menyebut, tiap tahun tercacat ada 28 ribu-38 ribu orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Jumlah tersebut membuat Indonesia berada di peringkat pertama negara dengan rasio tertinggi kematian akibat kecelakaan lalu lintas di dunia.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) juga telah menetapkan pada 2011 hingga 2020 sebagai tahun aksi keselamatan berlalulintas atau decade of action for road safety.

Ini merupakan upaya menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di dunia hingga 50 persen.
Seiring dengan pencanangan tahun aksi tersebut, PBB juga telah meminta Indonesia untuk melakukan berbagai upaya preventif agar mampu menurunkan angka kecelakaan tersebut hingga separuhnya.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Soerjopranoto dalam rilisnya, Kamis (9/8/2018) menuturkan Toyoa akan terus menggalakkan kampanye keselamatan berkendara sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab untuk mewujudkan kehidupan masa depan yang lebih baik.

"Kami berharap setiap anggota masyarakat bisa menjadi penggerak utama dalam hal keselamatan berkendara di lingkungannya,” kata Soerjopranoto.

Dalam upaya menggalakkan kampanye keselamatan berkendara bagi kalangaan muda, TAM saat ini juga tengah menggelar program Toyota Safety Campaign yang berlangsung April hingga Oktober 2018 dengan mengunjungi beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Selain Universitas Indonesia, Universitas Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, pelaksanaan program Toyota Safety Campaign juga akan menyasar kalangan mahasiswa di Universitas Diponegoro Semarang, dan Universitas Katholik Parahyangan Bandung.

Keseriusan Toyota memperhatikan keselamatan berkendara juga diwujudkan dengan senantiasa melengkapi berbagai fitur keselamatan pada mobil Toyota, dimana Toyota selalu berupaya menghadirkan kendaraan yang tidak hanya nyaman, namun juga aman dikendarai.

Karena itu, seiring dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi yang semakin maju, Toyota senantiasa menyematkan fitur-fitur keselamatan berkendara yang lengkap dan mempenyempurnakan fitur-fitur standar yang telah ada.

Bahkan, untuk kendaraan di segmen entry seperti Agya dan Calya juga telah dilengkapi dengan fitur keselamatan yang lengkap.

“Faktor keamanan merupakan salah satu faktor utama pada sebuah mobil. Toyota senantiasa mengarahkan peningkatan fitur safety di setiap produknya. Tidak hanya itu, kami juga mensosialisasikan safety driving atau cara mengemudi yang aman," ujarnya.

Kelengkapan fitur keselamatan yang dimiliki sebuah mobil ditambah dengan pengetahuan untuk mengemudi secara aman.

"Kami harapkan bisa mencegah atau paling tidak meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat kecelakaan berkendara,” kata Soerjopranoto. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help