Bekraf Indonesia dan UNS Fasilitasi HKI untuk UMKM di Toraja Utara

Menurutnya, sosialisasi dan fasilitasi HKI sangat mendukung, sebuah anugerah bisa membuat Kabupaten Toraja Utara

Bekraf Indonesia dan UNS Fasilitasi HKI untuk UMKM di Toraja Utara
munjiyah/tribunpangkep.com
BEKRAF dan UNS mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran Hak dan Kekayaan Intelektual (HKI) di Bidang Ekonomi Kreatif kepada UMKM di Hotel Misiliana, Jl Poros Makale-Rantepao, Kecamatan Kesu, Kamis (9/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Badan Pengelola Usaha Divisi Kekayaan Intelektual mengadakan sosialisasi kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Kegiatan tahun kedua kalinya ini dilaksanakan oleh Divisi KI BPU UNS dengan BEKRAF Deputi V Regulasi dan Fasilitasi HKI Bidang Ekonomi Kreatif.
yang diikuti puluhan peserta di Hotel Misiliana, Jl Poros Makale-Rantepao, Kecamatan Kesu, Kamis (9/8/2018).

Kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran Hak dan Kekayaan Intelektual (HKI) di Bidang Ekonomi Kreatif tersebut, meliputi persiapan survey, sosialisasi HKI, fasilitasi HKI, pendaftaran HKI ke DJKI, evaluasi program dan pelaporan

"Ini sangat membantu bagi pelaku UMKM di Toraja Utara, hasil kekayaan intelektual dan seniman apalah artinya sebuah karya apabila tidak di daftarkan di BEKRAF," ucap Bupati Kalatiku Paembonan saat membuka kegiatan.

Menurutnya, sosialisasi dan fasilitasi HKI sangat mendukung, sebuah anugerah bisa membuat Kabupaten Toraja Utara semangat mengembangkan ekonomi kreatif, dengan adanya HKI dapat menjaminkan suatu kreatifitas untuk mendorong dan menciptakan inovasi serta kreasi.

"Apabila kita bicara ekonomi kreatif menyangkut daya tarik, tentunya akan terakomodasi dengan baik," tutup Bupati Kalatiku.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi HKI BEKRAF Indonesia, Robinson Hasaloan Sinaga menerangkan tujuan sosialisasi untuk membantu para pelaku ekonomi menengah melakukan pendaftaran kekayaan intelektual, dimana rendahnya para pelaku ekonomi mendaftar karena keterbatasan pengetahuan dan biaya yang cukup mahal.

"Kami bersama UNS hadir memberikan fasilitasi pendaftaran HKI secara gratis, permasalahan banyak yang tidak paham, maka tahun ini kami mendapatkan mandat mendaftarkan 2500 pemohon pendaftar HKI di seluruh Indonesia," tutur Robinson.

Lanjutnya, HKI adalah aspek hukum dan merupakan program nasional, tentu demikian bagi pelaku UMKM mendapatkan perlindungan hukum HKI yang nantinya akan di daftarkan ke Kementrian Hukum dan HAM di Jakarta serta biaya ditanggung oleh BEKRAF.

Sosialisasi dan Fasilitasi HKI dari BEKRAF Indonesia dilaksanakan di delapan Kabupaten/Kota yakni Bukittinggi, Manokwari, Siak, Labuan Bajo, Andoloo, Toraja Utara, Singkawang dan Solo.

Penulis: Risnawati M
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help