SLIK Kendala Hunian Penjualan MBR, Ini Saran Developer

Beberapa developer merasakan penjualan rumah hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tak semudah yang dibayangkan.

SLIK Kendala Hunian Penjualan MBR, Ini Saran Developer
sanovra/tribuntimur.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Beberapa developer merasakan penjualan rumah hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tak semudah yang dibayangkan.

Kendati permintaanya sangat besar namun nyatanya pengembang juga kesulitan.

Salah satu kendalanya adalah harusnya calon pelanggan melewati BI checking yang sekarang berganti nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk persetujuan pengajuan cicilan.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, M Sadiq yang dihubungi, Rabu (8/8/2018) menuturkan, beberapa pengembang terkendala terkait hadirnya SLIK tersebut.

Baca: Developer: SLIK Kendala Hunian Penjualan MBR

Ditambah, harga lahan yang semakin tinggi untuk pengembangan hunian MBR.

"BI Checking kan salah satu syarat perbankan, yang berhubungan dengan caracter end user. Tetapi yang perlu dicermati penyebab call-nya seperti apa?" ujar Sadiq.

Ia memisalkan, karena kartu kredit yang tak pernah digunakan namun muncul tagihan administrasi.

"Saya pikir masih bisa dibijaksanai, atau call dua yang diakibatkan masalah yang masuk akal, harus diberi kesempatan," katanya.

Selama ini, ada beberapa nasabah yang mengeluhkan, tetapi tidak banyak.

Halaman
12
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved