Pro Kontra Kehalalan Vaksin, Dinkes Luwu Timur Tetap Laksanakan Imunisasi MR

Imunisasi tetap dilaksanakan di tengah pro kontra perihal vaksin yang tidak mengantongi sertifikasi halal MUI.

Pro Kontra Kehalalan Vaksin, Dinkes Luwu Timur Tetap Laksanakan Imunisasi MR
ivan ismar/tribunlutim.com
Suasana imunisasi MR murid SDN Mallaulu, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur. 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Dinas Kesehatan Luwu Timur tetap melaksanakan imunisasi campak dan rubela atau measles dan rubella (MR).

Imunisasi tetap dilaksanakan di tengah pro kontra perihal vaksin yang tidak mengantongi sertifikasi halal MUI.

"Tetap jalan sesuai surat edaran menteri kesehatan dan petunjuk Dinas Kesehatan Sulsel," kata Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, April kepada TribunLutim.com, Rabu (8/8/2018).

Sebanyak 79.850 anak menjadi target sasaran imunisasi di daerah berjuluk Bumi Batara Guru. Meliputi usia 9 bulan sampai usia kurang 15 tahun di 11 kecamatan.

Baca: DPRD Sidrap Minta Dinkes Hentikan Sementara Pemberian Vaksin MR

Baca: Dinkes Bantaeng Surati Kepala Puskesmas Agar Sosialisasikan MR Fase Dua

Adapun sasaran imunisasi anak di setiap kecamatan yaitu Burau 9.731 anak, Wotu 8.533 anak, Tomoni 6.528 anak, Tomoni Timur 3.671 anak.

Selain itu, Mangkutana 5.675 anak, Kalaena 2.755 anak, Angkona 5.905 anak, Malili 12.047 anak, Wasuponda 6.558 anak, Nuha 7.121 anak dan Towuti 11.053 anak.

Imunisasi dilaksanakan di SD dan SMP pada Agusutus kemudian September dilaksanakan di Posyandu.

Campak dan rubela adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyebab campak adalah Morbilivirus, dan rubella disebabkan oleh golongan togavirus.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help