FTI UMI Kurban 5 Sapi untuk Korban Gempa di Lombok, Disalurkan Melalui ACT

Bantuan yang akan diserahkan bukan pakaian, uang, atau sembilan bahan pokok (sembako), melainkan hewan kurban.

FTI UMI Kurban 5 Sapi untuk Korban Gempa di Lombok, Disalurkan Melalui ACT
DOK FTI UMI
Pertemuan pihak FTI UMI dengan ACT dalam rangka penyalurkan hewan kurban kepada korban gempa bumi di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat di kampus FTI UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (7/8/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Gempa yang berturut-turut melanda Pulau "Seribu Masjid" atau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dalam tempo sepekan telah menewaskan lebih dari 100 warga, lebih dari 200 luka, dan ratusan pula keluarga kehilangan tempat tinggal akibat ambruk.

Kondisi tersebut kemudian mengetuk hati dosen dan karyawan Fakultas Teknologi Industri (FTI) pada Universitas Muslim Indonesia (UMI) untuk memberi bantuan.

Bantuan yang akan diserahkan bukan pakaian, uang, atau sembilan bahan pokok (sembako), melainkan hewan kurban.

Rencananya, sebanyak 5 sapi akan disalurkan kepada korban gempa untuk disembelih saat Hari Raya Kurban, di lokasi gempa.

Sapi kurban akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan ACT (Aksi Cepat Tanggap).

Dekan FTI UMI, Zakir Sabara H Wata mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan perwakilan ACT, di kampus FTI UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (7/8/2018), guna membahas rencana ini.

Dalam pertemuan tersebut, hadir dari pihak ACT, yakni Faisal, Catherin, Hasmiah.

Sementara, dari pihak FTI UMI, hadir Zakir, Wakil Dekan 1 FTI UMI Seyawati Yani, Wakil Dekan 3 FTI UMI Hasbi Bakri, dan Wakil Dekan 4 FTI UMI Yusri Muhammad Arsyad.

Pada awal Desember 2017, FTI UMI pernah menggelar family gathering di Lombok.

Sebanyak 132 dosen, karyawan, beserta keluarga berangkat liburan ke Lombok secara bersamaan dan gratis.

Sejumlah spot wisata pun dikelilingi di pulau ini sambil menghabiskan waktu selama sekitar 3 hari.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help