Dinkes Gowa Canangkan Kampanye Imunisasi Measles Rubella di SD Limbung Putri

Terkait adanya daerah yang menunda imunisasi campak, lanjut dr. Hasanuddin menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

Dinkes Gowa Canangkan Kampanye Imunisasi Measles Rubella di SD Limbung Putri
WA ODE NURMIN
Dinas Kesehatan Gowa melakukan pencanangan dan peninjauan kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Fase II Tingkat Kabupaten Gowa di SD Limbung Putri, Kecamatan Bajeng, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Dinas Kesehatan Gowa melakukan pencanangan dan peninjauan kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Fase II Tingkat Kabupaten Gowa di SD Limbung Putri, Kecamatan Bajeng, Rabu (8/8/2018).

Dalam kegiatan ini dihadiri Sekda Muchlis, Ketua TP PKK Priska Paramita Adnan, unsur perwakilan muspida, Ketua Komisi IV Asriady Arasi, sejumlah kepala puskesmas juga kepala desa dan kepala kantor urusan agama.

Kadis Kesehatan, dr. Hasanuddin dalam laporannya mengatakan jika imunisasi ini digelar secara nasional.

"Indonesia target mengelimnisasi campak pada 2020. Jadi tahun ini adalah fase kedua imunisasi ini dilakukan secara nasional," katanya

Dia menjelaskan akibat dari tidak dilakukannya imunisasi campak MR ini yakni anak-anak akan mengalami kecatatan, tuli, dan keterbelakangan mental.

Kondisi itu tentu juga akan mempegaruhi ekonomi masyarakat karena pengeluaran bertambah.

Terkait adanya daerah yang menunda imunisasi campak, lanjut dr. Hasanuddin menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

"Kalau ada yang mau menunda silahkan. Mau menunggu hasil dari fatwa MUI bisa. Nanti setelah ini ada lagi imunisasi reguler," ujarnya.

Sementara itu, Sekda Gowa, Muchlis, mewakili Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, sebagai pemerintah sangat menyambut baik.

"Ini langkah positif untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Karena bisa menimbulkan kecatatan dan tuli, katarak hingga kelainan jantung," katanya.

Dari data, tahun 2000 lalu ada 562 ribu meninggal karena campak di Indonesia. 2014 menurun jadi 115 ribu pertahun karena imunisasi dilakukan.

Dua tahun lalu, Dinkes Gowa menemukan lima suspect campak. Namun setelah di cek hasilnya negatif.

Setelah pencanangan, rombongan melanjutkan peninjauan proses imunisasi bagi murid SD tersebut.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved