Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Capai 7,5 Persen di Kuartal 3

Pertumbuhan ekonomi Q2 2018 juga masih lebih tinggi dibandingkan pada Q2 2017 sebesar 6,77 persen.

Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Capai 7,5 Persen di Kuartal 3
sanovra/tribuntimur.com
Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KP) Sulsel, Dwityapoetra Soeyasa Besar (tengah) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kantor Perwakilan Sulsel mencatat pertumbuhan ekonomi Sulsel pada kuartal II (Q2) 2018 sebesar 7,38 persen, jauh di atas nasional yang hanya 5,27 persen.

Angka tersebut tumbuh tipis daripada kuartal I (Q1) 2018 sebesar 7,37 persen.

Pertumbuhan ekonomi Q2 2018 juga masih lebih tinggi dibandingkan pada Q2 2017 sebesar 6,77 persen.

Bagaimana dengan kuartal III (Q3) 2018?

Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KP) Sulsel, Dwityapoetra Soeyasa Besar menuturkan, perekonomian Sulsel diprakirakan tumbuh pada kisaran 7,1%- 7,5% (yoy).

Baca: 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 5,25 Persen, Akademisi Unhas: Bank Indonesia Terkesan Pasrah

"Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan pada Q3 terutama dipengaruhi Konsumsi RT oleh adanya Hari Besar Keagamaan Nasional (Iduladha) dan libur panjang saat hari kemerdekaan RI," kata Poetra sapaanya dalam press conference di ruang rapat lantai 2 Gedung BI Jl Sudirman Makassar, Rabu (8/8/2018).

Selain itu, peningkatan konsumsi pemerintah disebabkan oleh serapan belanja yang lebih tinggi, disertai dengan pencairan gaji ke-14 untuk kebutuhan biaya pendidikan.

"Dan investasi diperkirakan meningkat seiring dengan semakin mendukungnya iklim investasi di Sulsel, terlihat dari pemilihan kepala daerah yang kondusif," ujarnya.

Meski demikian, penahan pertumbuhan berasal dari kinerja ekspor Luar Negeri (LN) yang melambat karena komoditas perkebunan utama yakni kakao berada dalam musim tanam.

"Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan diperkirakan didorong oleh kinerja LU (Lapangan Usaha) pertambangan yang membaik karena terdapat peningkatan produksi paska libur panjang di kuartal II 2018," katanya.

Baca: Bank Indonesia Sebut Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Melambat

Dan LU konstruksi yang didorong realisasi infrastruktur yang semakin mendekati target penyelesaian.

"Lapangan Usaha yang diperkirakan melambat berasal dari LU Pertanian, dan LU Perdagangan Besar dan Eceran masing-masing dipengaruhi masuknya musim tanam dan dampak dari melambatnya ekspor LN," kata lelaki berkacamata itu.

Dengan perkembangan tersebut, BI KP Sulsel tetap optimis pertumbuhan keseluruhan tahun 2018 masih akan berada dalam kisaran 7,0 – 7,4% (yoy).(aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved