Ada Kontroversi Vaksin MR, Target Dinkes Luwu Baru Capai 10%

Jumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Luwu sebanyak jumlah kecamatan yakni 22.

Ada Kontroversi Vaksin MR, Target Dinkes Luwu Baru Capai 10%
desy/tribunluwu.com
Kepala Bidang Penanggungan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Luwu, Abdul Kadir 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu hingga saat ini baru melakukan vaksinasi Measles dan Rubelle (MR) 10 persen dari jumlah target 110.072 anak.

Kepala Bidang Penanggungan dan Pencegahan Penyakit Dinkes Luwu, Abdul Kadir mebeberkan kendalanya di lapangan saat ditemui di ruang kerjanya, Jl Topoka, Kecamatan Belopa, Luwu.

"Mulai 1 Agustus sampai hari ini berdasarkan laporan ke pusat baru 10 persen. Karena adanya hambatan soal vaksin MR tidak aman dan haram karena mengandung embrio babi, padahal itu tidak ada," katanya, Rabu (8/8/2018).

Baca: Ini Manfaat Penting Vaksin MR Menurut Dinkes Kabupaten Luwu

Baca: Pro Kontra Kehalalan Vaksin, Dinkes Luwu Timur Tetap Laksanakan Imunisasi MR

Jumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Luwu sebanyak jumlah kecamatan yakni 22.

Sementara Abdul Kadir baru menerima laporan 11 Puskesmas. Sedang 11 Puskesman lainnya masih terkendala isu vaksin MR yang tidak halal.

"Polemik di MUI yang belum mengeluarkan sertifikat halal ini. Tapi, di Luwu tetap jalan, kalau ada yang menolak tidak kita paksakan. Eliminasi penyakit campak dan rubella harus dilakukan makanya diadakan vaksinasi, diharapkan masyarakat bisa kebal terhadap penyakit ini," tuturnya.(*)

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved