Kelola Kawasan Industri Nikel Terbesar di Indonesia, PT IMIP Pekerjakan 82 Ribu Tenaga Kerja

Perusaahan ini disebut-sebut mempekerjakan ratusan ribu, bahkan jutaan TKA asal Tiongkok.

Kelola Kawasan Industri Nikel Terbesar di Indonesia, PT IMIP Pekerjakan 82 Ribu Tenaga Kerja
Kantor Staf Presiden (KSP) mengajak sejumlah jurnalis cetak dan elektronik berkunjung ke PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MOROWALI - Industri pengolahan logam di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang dikelola oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) berkali-kali diterpa isu miring terkit tenaga kerja asing (TKA).

Perusaahan ini disebut-sebut mempekerjakan ratusan ribu, bahkan jutaan TKA asal Tiongkok.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun berinisiatif mengundang sejumlah wartawan untuk melihat langsung kondisi ketenagakerjaan di Morowali.

Para wartawan pun diajak untuk melihat langsung bagaimana situasi di lapangan, sekaligus melihat proses produksi dan pengembangan produksi yang ada di kawasan industri logam terintegrasi terbesar di dunia ini.

Baca: Melihat Lebih Dekat Kawasan Industri Berbasis Nikel Terbesar di Indonesia

Kantor Staf Presiden (KSP) mengajak sejumlah jurnalis cetak dan elektronik berkunjung ke PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.
Kantor Staf Presiden (KSP) mengajak sejumlah jurnalis cetak dan elektronik berkunjung ke PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. (FAHRIZAL)

Dari data di lapangan, sampai dengan awal Agustus 2018, jumlah TKA yang bekerja di PT IMIP hanya 3.121 orang, dari total jumlah pekerja langsung dan tak langsung yang jumlahnya sekitar 82 ribu tenaga kerja.

Secara spesifik, di PT IMIP terdapat total 16 perusahaan yang mempekerjakan 25.447 tenaga kerja Indonesia, dan 3.121 tenaga kerja asing.

Sementara tenaga kerja tak langsung yang terserap dalam industri pendukung seperti supplier, kontraktor, dan sebagainya, sekitar 53.500 orang.

Chief Executive Officer (CEO)) PT IMIP Alexander Barus menjelaskan kepada para wartawan, bahwa pihaknya justru kesulitan mencari tenaga kerja dari berbagai jenjang keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan.

“Di IMIP ini terdapat 16 perusahaan, dan sampai saat ini kami masih perlu ribuan tenaga kerja lokal untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya saat ditemui di kantor pusat IMIP, Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Ia menambahkan, sampai dengan akhir tahun 2018, proyeksi kebutuhan tenaga kerja lokal yang masih dibutuhkan kurang lebih sekitar 11.500 orang lagi mengingat pengembangan yang sedang dikerjakan.

Sementara rencana pada tahun 2019 dan 2020, pihaknya masih membutuhkan kurang lebih 2.000 karyawan. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved