Aliansi Peduli Subaeki Demo Kejati Sulselbar, Ini Tuntutanya

Pengunjuk rasa menilai tuntutan yang dijatuhkan JPU terhadap kakek berusia 88 tahun dinilai tidak berdasar dan terkesan dipaksakan.

Aliansi Peduli Subaeki Demo Kejati Sulselbar, Ini Tuntutanya
hasan basri/tribuntimur.com
Aliansi Peduli Kakek Subaeki menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukkang, Makassar, Selasa (07/08/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun - Timur Hasan Basri

MAKASSAR, TRIBUN - TIMUR.COM - Aliansi Peduli Kakek Subaeki menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukkang, Makassar, Selasa (07/08/2018) sore.

Unjuk rasa ini menyikapi terkait tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Subaeki selama satu tahun enam bulan penjara atas kasus dugaan pemalsuan surat pernyataan legalitas lahan yang ditempati Subaeki.

Pengunjuk rasa menilai tuntutan yang dijatuhkan JPU terhadap kakek berusia 88 tahun dinilai tidak berdasar dan terkesan dipaksakan.

"Surat apa yang dipalsukan terdakwa, dan apa dasar kakek Subaeki dituntut 1 tahun 6 bulan,'kata penanggung jawab aksi, Trie Yulizar usai berunjuk rasa.

Baca: Tolak Tuntutan JPU, Kuasa Hukum Kakek Subaeki Ajukan Pledoi

Menurut Tri dari kronologi perjalanan kasus fakta kakek serta fakta persidangan tidak ada satupun yang menguatkan purnawirawan TNI itu bersalah.

Atas tuntutan itu, ia menduga kuat adanya upaya diskriminasi yang dilakukan JPU bernama Arifuddin Sakka dengan pelapor yang kemudian ingin menguasai hak Subaeki.

"Proses hukum yang dialami Subaeki sangat minciderai keadilan dan terkesan h ukum dalam prakitiknya tidak lebih dari permainan orang orang yang mempunyai uang dan kekuasaan," ujarnya.

Tri mengaku tindakan JPU telah dilaporkan ke pihak Kejati Sulselbar dengan dasar melanggar kode etik. Pantauan Tribun dalam aksi unjuk rasa berlangsung diwarnai orasi secara bergantian.

Baca: Kasihan, Kakek 88 Tahun Ini Terpaksa Menjalani Sidang dengan Kursi Roda, Begini Kasusnya!

Peserta aksi juga membentangkan beberapa spanduk yang bertuliskan tuntutan mereka. Adapun bunyi tuntutanya, hentikan kriminalisasi hukum kakek Subaeki.

Mendesak agar mencopot dan memenjarakan JPU Ariuddin Sakka, serta mendesak pihak BPN Kota Makassar segera mengeksekusi hasil putusan MA.

Subaeki berurusan dengan hukum atas laporan Denny Irawan, salah satu pengusahan di Makassar. Ia menuding kakek Subaeki memalsukan surat pernyataan legalitas lahan yang ditempati terdakwa. (san)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved