Temui Orangtua Kakak Kelas Penganiaya Anaknya di Maros, Bahrun Malah Dikeroyok
Korban kemudian menuju ke rumah orangtua DL untuk menyampaikan pemukulan yang dialami anaknya tersebut.
Penulis: Ansar | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Seorang warga BTN Tamarampu, Kelurahan Bontoa, Mandai, Maros, Bahrun (33), dikeroyok usai menjemput anaknya di SD Inpres Lingungkan Kadieng, Kelurahan Hasanuddin, Senin (6/8/2018).
Setelah dikeroyok oleh komplotan pelaku, korban melapor ke Polsek Mandai. Laporan korban bernomor : LP/126 /VIII/2018 / Sek Mandai, tanggal 6 Agustus 2018.
Kapolsek Mandai, AKP Asgar menyebutkan, pengeroyokan tersebut berawal saat korban menjemput kedua anaknya di SD Inpres Kadieng.
Saat sampai di lokasi korban mendengar anaknya dipukuli oleh kakak kelasnya, DL.
Baca: Pemkab Maros Belum Rencana Terima CPNS 2018
Korban kemudian menuju rumah orangtua DL untuk menyampaikan pemukulan yang dialami anaknya tersebut.
Saat tiba di rumah orangtua DL, korban bertemu dengan pelaku.
"Saat itu, terjadilah keributan penganiayaan. Orangtua DL memeluk korban, dan pelaku lainnya memukul bagian kepala, wajah dan bibir secara berulang kali," katanya.
Atas kejadian tersebut korban mengalami luka robek pada kepala bagian atas dan bibir pecah.
Baca: Izin Tambang di Moncongloe Diprotes Warga, Pemkab Maros: Itu Urusan Pemprov Sulsel
Kejadian tersebut disaksikan oleh Nasrun (40) seorang prajurit TNI AD warga Bontoa, Mandai.
Setelah dikeroyok, korban dilepas oleh pelaku.
Korban bersama anaknya datang ke Mapolsek untuk melapor.
Setelah menerima laporan, polisi mendatangi lokasi kejadian untuk meredam masalah tersebut.(anc).