Petani di Longrong Bulukumba Terancam Gagal Panen

Warga berharap ke Pemkab Bulukumba dan Dinas Pertanian Bulukumba agar segera mencarikan solusi masalah itu.

Petani di Longrong Bulukumba Terancam Gagal Panen
samsul bahri/tribun-timur.com
Sawah warga gagal ditanami padi dan sebagian sudah kering. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Ratusan hektare area sawah warga di Desa Longrong, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, terancam gagal panen tahun ini.

Penyebabnya pasokan air ke sawah warga terhenti akibat meningkatnya aktivitas tambang galian C di lokasi di sekitar aliran Bendungan Sungai Balantieng.

Para petani resah dan sudah mengadukan permasalahan ini ke pemerintah Kabupaten Bulukumba dan instansi terkait.

"Warga tani di sini terancam gagal panen karena pasokan air sudah terhenti akibat aktivitas tambang pasir di sekitar bendungan merusak saluran air ke sawah petani," kata Syahrul Ramadan, petani di daerah itu, Minggu (5/8/2018).

Baca: Ombak Kencang, Petani Rumput Laut di Pannara Jeneponto Menjerit

Baca: Musim Panen di Maros, Bulog Kumpulkan Mitra dan Petani

Pada April, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto telah melakukan peninjauan lokasi sawah, bendungan dan kegiatan tambang. Namun sampai hari ini masih belum membuahkan hasil karena aktivitas penambang masih berjalan.

Warga berharap ke Pemkab Bulukumba dan Dinas Pertanian Bulukumba agar segera mencarikan solusi masalah itu agar tidak menimbulkan konflik antara petani dan penambang nantinya.(*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help