Home »

Luwu

Pemilu 2019

Panwaslu Luwu Warning Parpol dan Bacaleg Tak Curi Start Kampanye

Sam Abdi meminta kepada partai politik (Parpol) beserta para bakal calon legislatif (Bacaleg) peserta pemilu agar tidak curi start kampanye

Panwaslu Luwu Warning Parpol dan Bacaleg Tak Curi Start Kampanye
Koordivisi SDM dan Organisasi Abdul Latif Idris (kiri) dan Koordivisi PHL, Kaharuddin 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Ketua Panwaslu Kabupaten Luwu, Sam Abdi meminta kepada partai politik (Parpol) beserta para bakal calon legislatif (Bacaleg) peserta pemilu agar tidak curi start kampanye, Minggu (5/8/2018).

Pihaknya melakukan pengawasan dan akan melakukan penindakan terhadap parpol serta bacaleg yang melakukan kampanye sebelum waktu yang telah ditetapkan oleh pihak KPU.

"Sudah jelas dalam edaran KPU, yang mana masa kampanye baru dapat dilaksanakan pada tgl 26 Februari 2019 mendatang. Jadi, kami tetap melakukan pengawasan terhadap partai politik atau bacaleg yang melakukan kampanye sebelum masa waktunya," katanya.

Disamping itu Koordivisi SDM dan Organisasi, Abdul Latif Idris mengingatkan, bagi bacaleg yang mencuri start kampanye bisa diancam pidana kurungan satu tahun atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Hal tersebut sesuai Pasal 276 Undang2 Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

"Dilarang untuk membuat dan menayangkan iklan kampanye di lembaga penyiaran, media massa baik cetak, elektronik maupun media daring online," jelas Abdul Latif.

"Dan diperbolehkan melakukan sosialisasi dan pendidikan politik di internal parpol dengan metode pemasangan bendera parpol dan nomor urutnya, atau pertemuan terbatas dan memberitahukannya secara tertulis kepada KPU dan Bawaslu paling lambat satuhari sebelum kegiatan dilaksanakan," tuturnya.

Latif juga meminta kepada pengurus parpol dan bacaleg agar segera menertibkan atau menurunkan APS yang masih terpasang diberbagai tempat dan juga yang ada di sosial media sekalipun.

Sementara itu, Koordivisi PHL, Kaharuddin mengatakan, masa pra kampanye dimana bacaleg belum diperbolehkan dalam bentuk apapun berkampanye, kecuali parpol boleh melakukan kegiatan yang bersifat konsolidasi internal partai dalam seperti pemasangan bendera dan konsolidasi internal.

"Dalam UUD nomor 7 tentang pemilu ini menyebutkan tentang defenisi kampanye dimana disebutkan penampilan citra diri juga masuk dalam kategori kampanye, citra diri yang masuk kategori kampanye seperti pembuatan baliho, spanduk, meme atau postingan yang memuat lambang atau logo partai, nama partai, dan nomor urut partai," tegas Kaharuddin.

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help