Bank Sulselbar Investasi Digital, Laba Tumbuh Tipis

Di tengah beratnya tantangan persaingan industri perbankan di tahun ini, Bank Sulselbar mampu meningkatkan efisiensi.

Bank Sulselbar Investasi Digital, Laba Tumbuh Tipis
Waode Nurmin/TribunGowa.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Bank Pembangunan Daerah Sulsel dan Sulbar (Bank Sulselbar) membukukan laba sebelum pajak Rp 373,40 miliar di kuartal kedua 2018.

Pemimpin Grup Perencanaan dan Pengembangan, Amri Mauraga menuturkan, angka itu tumbuh tipis 2,29% secara tahunan.

"Hanya tumbuh 2,29% dari Rp 365,12 miliar menjadi Rp 373,47 miliar. Di atas dari target perseroan di angka Rp 309,85 miliar," katanya  kepada TribunTimur.com ditemui di salah satu kafe Jl Dr Sam Ratulangi Makassar, Minggu (5/8/2018).

Padahal, di kuartal pertama pertumbuhan laba sebelum pajak mencapai di atas 20%.

Baca: Satgas Waspada Investasi Rilis 227 Entitas Pemain P2P Lending Tak Berizin

Tidak hanya itu, efisiensi cukup baik dilakukan perseroan.

Ini terlihat dari tingkat Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) perusahaan.

Kepala Divisi Treasury Bank Sulselbar Irmayanti Sulthan mengungkapkan, kuartal kedua, BOPO Bank Sulselbar di angka 69,09 persen.

"Rata-rata BOPO Bank BPD yang lain, mencapai sekitar 78 persen,” ujar Irmayanti.

Irmayanti sadar, di tengah beratnya tantangan persaingan industri perbankan di tahun ini, Bank Sulselbar mampu meningkatkan efisiensi.

Bahkan BOPO menurun dari 79 persen ke 69 persen tahun ini.

Lalu apa yang menyebabkan laba tumbuh tipis?

Pemimpin Grup Pengendalian Keuangan Ahmad Firdaus menilai, terjadi kenaikan beban operasional yang dilakukan untuk memenuhi standar pelaporan keuangan yang baru atau PSAK 71 yang berkaitan pencadangan dengan porsi yang lebih besar.

Baca: 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 5,25 Persen, Akademisi Unhas: Bank Indonesia Terkesan Pasrah

"Di sisi lain operasional tersebut juga untuk cadangan pajak serta telah dilakukannya penyesuaian gaji pegawai yang sejak 2012 belum ditinjau. Namun kebijakan keuangan hingga saat ini masih dalam kendali bank," katanya.

Tidak kalah penting, pengembangan layanan produk dan fitur berbasis digital banking yang tahun ini akan dilaunching. “Semoga RBB (Rencana Bisnis Bank) tetap kami penuhi dan Insya allah terlampaui," katanya. (aly)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved