Ombak Kencang, Petani Rumput Laut di Pannara Jeneponto Menjerit

Rupanya kencangnya hembusan angin yang memicu tingginya gelombang ombak membawa berkah bagi sebagian warga.

Ombak Kencang, Petani Rumput Laut di Pannara Jeneponto Menjerit
muslimin/tribunjeneponto.com
Warga pesisir Kampung Pannara, Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Jeneponto, berkumpul di tepi pantai kampung setempat, Sabtu (04/08/2018). 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Warga pesisir Kampung Pannara, Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Jeneponto, berkumpul di tepi pantai kampung setempat, Sabtu (04/08/2018).

Mereka nampak berlomba mengumpulkan rumput laut yang terhempas ke tepi pantai.

Rupanya kencangnya hembusan angin yang memicu tingginya gelombang ombak membawa berkah bagi sebagian warga.

Rumput laut yang ditanam oleh petani di tengah laut terhempas ke bibir pantai akibat kencangnya ombak.

"Sudah ada lima tumpukan ini yang saya dapat, kira-kira kalau sudah dibersihkan dan dikeringkan sekitar 400 kilogram pak," kata seorang warga, Daeng Kila.

Ia mengaku, mulai mengumpulkan rumput laut sejak pukul 2.00 dini hari, dengan menggunakan alat seadanya.

"Dari jam dua tadi malam kami mulai mengumpulkan rumput laut. Alatnya seadanya, saya pakai jaring, awalanya hanya saya dengan lima orang tetangga, tapi lama-lama banyakmi orang datang" ujar Daeng Kila.

Berkah bagi sebagian warga yang memanen rumput laut tanpa harus menanam tentunya berdampak kerugian bagi petani rumput laut.

Pasalnya, tanaman rumput laut yang mereka tanam rusak terhempas ombak yang kencang di pesisir pantai.

Seperti diungkapkan Sainuddin (56), petani rumput laut Kampung Pannara.

Ia mengaku merugi akibat kencangnya gelombang air laut yang terjadi sepekan terakhir.

"Tentu kita merugi karena gelombang tinggi ini, rumput laut milik kita rusak sebelum waktu panan. Kalau dihitung-hitung kerugian petani disini bisa mencapai ratusan juta," ungksp Sainuddin.

Ketinggian ombak di pesisir pantai Pannara, mencapai satu hingga dua meter.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help