HUT ke-94, PDAM Makassar Sudah Layani 72 Persen Rumah Tangga

Instalasi yang kini beroperasi memproduksi air baku menjadi air bersih dari saluran ketersediaan air yang ada dibeberapa lokasi.

HUT ke-94, PDAM Makassar Sudah Layani 72 Persen Rumah Tangga
abdiwan/tribuntimur.com
Direktur PDAM Kota Makassar, Haris Yasin Limpo (kanan) memberikan keterangan pers terkait Peringatan hari ulang tahun PDAM Kota Makassar yang Ke 94 tahun di Cafe Chopper Jl Kasuari Makassar, Rabu (1/8). Pihak PDAM akan mengundang Para pelanggan PDAM Kota Makassar untuk hadir dalam malam Puncak Peringatan hari Jadi PDAM Kota Makassar di Hotel Claro. 

HUT ke-94 PDAM Sudah Layani 72 Persen Pelanggan Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tahun 2018 ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar genap berusia 94 Tahun.

Usia yang cukup tua bahkan lebih tua dari tahun berdirinya negara Republik Indonesia.

Di usianya yang ke-94, PDAM Makassar kini telah memiliki lima Instalasi Pengelolaan Air (IPA) yang mendistribusikan air bersih ke warga kota Daeng. Kelimanya tersebut yakni IPA 1 (Ratulangi), IPA 2 (Panaikang), IPA 3 (Antang), IPA 4 (Maccini Sombala) dan IPA 5 (Somba Opu, Gowa).

Instalasi yang kini beroperasi memproduksi air baku menjadi air bersih dari saluran ketersediaan air yang ada dibeberapa lokasi. Seperti Bendungan Leko Pancing Maros, Bilibili Gowa, Sungai Jeneberang, Moncongloe dan Bendungan karet Maccini Sombala.

Dari lima instalasi pengelolaan ini mampu mendistribusikan hingga 20 liter/detik air bersih ke 170 ribu pelanggan. Atau dalam skala 72 persen dari total rumah tangga yang ada di Makassar.

"Saat ini jumlah pelanggan mencapai 170 ribu atau mencakup 72 persen keseluruhan rumah tangga yang ada, belum mencakup keseluruhan sebab masih ada yang menggunakan bor sendiri untuk air tanah," ujar Direktur Umum PDAM Makassar, Asdar Ali.

Ia menjelsakan bahwa pada dasarnya penggunaan air tanah bisa merusak sistem ekologi. Namun menurutnya pilihan warga untuk itu tak bisa juga dicegah lantaran adanya keterbatasan.

"Proses penyaluran air bersih dari PDAM kami akui belum bisa mencakup semua dan itu sementara akan terus diusahakan sehingga penggunaan sumur bor dan memakai air tanah bagi sejumlah warga masih terjadi," lanjutnya.

Selain terkendala jumlah debet air, pastinya menurut Asdar yang menjadi kendala lain adalah persoalan teknologi. Hanya saja salah satu penggunaan teknologi semisal mesin penyulin air laut menjadi air bersih memiliki biaya yang sangat mahal.

"Sekarang biaya yang dikeluarkan pelanggan itu Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu/Meter kubik dan itu sejak tahun 2012 tidak pernah kita naikan, ketika kita ingin mencakup dan memperbanyak pendistribusian jumlah air semisal menggunakan mesin yang bisa buat air laut jadi air tawar ongkosnya besar sekali dan otomatis harga pun naik," terangnya.(ian)

Media Gatering

Dalam rangkaian HUT Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, sejumlah kegiatan digelar. Salah satunya yakni menggelar Media atau Press Tour and Gathering, Sabtu (4/8).

Mengikutkan sekitar 20 jurnalis dari berbagai media, Tour PDAM Makassar menyisir sejumlah instalansi dari sumber penyediaan air ke kota Makassar. Seperti diantaranya di Bendungan Leko Pancing Kabupaten Maros dan Bili-bili Kabupaten Gowa.

"Kegiatan ini adalah rangkaian HUT PDAM Makassar, dimana kami ingin mengajak teman-teman jurnalis lebih mengetahui lagi sumber air bagi warga kota Makassar melalui instalasi yang ada dan juga sumbernya dari mana," ujar Kepala Bagian Humas PDAM Makassar, M Idris Tahir.

Penulis: Alfian
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help