Dapat Bantuan Granat, Warga Miskin Dusun Bonto Leko Maros Menangis

Seko bahkan tidak mampu menahan air matanya. Warga miskin yang tinggal di rumah reok berukuran 2x3 meter tersebut

Dapat Bantuan Granat, Warga Miskin Dusun Bonto Leko Maros Menangis
ansar/tribunmaros.com
Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) bersama Maros Jurnalis Solidarity (Majority) menyalurkan bantuan kepada Dg Seko (53), warga Bonto Leko, Desa Alatengae, Bantimurung, Maros, Jumat (3/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) bersama Maros Jurnalis Solidarity (Majority) menyalurkan bantuan kepada Dg Seko (53), warga Bonto Leko, Desa Alatengae, Bantimurung, Maros, Jumat (3/8/2018).

Seko merupakan salah satu warga miskin yang tidak pernah mendapat bantuan dari pihak pemerintah. Gadis tua tersebut, hanya mengandalkan bantuan dari sanak keluarga dan tetangga.

Padahal Seko terdaftar sebagai keluarga miskin. Beberapa kali pihak pemerintah datang untuk mendata, namun sampai sekarang, tidak pernah mendapat bantuan.

"Terima kasih banyak nak atas bantuannya. Saya memang tidak pernah mendapat bantuan. Baru kali ini," kata Seko sembari menerima bantuan berupa sembako dan uang tunai dari Granat dan Majority.

Seko bahkan tidak mampu menahan air matanya. Warga miskin yang tinggal di rumah reok berukuran 2x3 meter tersebut, menangis sembari mencium salah satu jurnalis.

Keseharian Seko, hanya mengandalkan bantuan. Pasalnya, perempuan yang mengalami gangguan pendengaran tersebut tidak mampu bekerja karena kondisi kesehatannya.

"Saya tidak bisa bekerja nak. Saya tidak bisa jalan karena kondisi kesehatan yang tidak maksimal. Saya hanya andalkan bantuan," kata perempuan yang hidup sebatangkara tersebut.

Seko berharap, pihak pemerintah dan donatur lainnya memberikannya bantuan setiap bulan.

Saat memasak, Seko juga masih menggunakan kayu bakar. Dia memasak di bawah rumah panggungnya.

Seorang warga lainnya, Manne mengaku prihatin melihat kondisi Seko yang hidup serba terbatas. Jika stok beras habis, Seko memilih untuk tinggal di rumahnya dan tidur.

"Kasihan dia, tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Hanya tetangga yang memperhatikannya. Kalau dari pemerintah, belum pernah," katanya.

Penulis: Ansar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved