Jadi Staf Khusus di Kantor Staf Presiden RI, Syahrul Yasin Limpo Bakal Digaji Rp 36,5 Juta

Syahrul Yasin Limpo Daeng Kawang (62) dikabarkan jadi Staf Khusus pada Kantor Staf Presiden RI bidang pemerintahan

Jadi Staf Khusus di Kantor Staf Presiden RI, Syahrul Yasin Limpo Bakal Digaji Rp 36,5 Juta
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD HASIM ARFAH
Syahrul Yasin Limpo 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM – Syahrul Yasin Limpo Daeng Kawang (62) dikabarkan jadi Staf Khusus pada Kantor Staf Presiden RI bidang pemerintahan pada Kantor Staf Presiden (KSP) di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Syahrul atau namanya berakronim SYL sudah terdaftar sebagai calon anggota legislatif DPR-RI dari Partai Nasdem.

Di daerah pemilihan II Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul akan bersain dengan incumbent lagislator Partai Nasdem di Senayan, Akbar Faizal.

Menurutnya, jabatan baru yang akan diemban SYL tidak mengharuskannya mundur sebagai Caleg.

Sekadar diketahui di KSP, juru bicara presiden bidang politik, Johan Budi yang juga mantan jubir KPK, juga tercatat sebagai caleg DPR-RI dari PDIP di Jawa Timur.

Akbar menyebut, kalau Syahrul mendapat amanah baru dari negara, itu amat laik.

“Bahkan menurut saya, Kak Syahrul itu cocoknya jadi menteri,” ujar Akbar.

Penetapan Syahrul dan Akbar sebagai caleg adalah keputusan Surya Paloh (SP), Ketua Umum DPP Partai Nasdem.

“Pak SP ingin ada 2 kursi dari Dapil itu. Dan kami dianggap bisa jadi vote getter,” ujar Akbar yang saat dihubungi tadi malam, mengaku berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Akbar yang juga anggota komisi III DPR-RI ini menyebut, dirinya sama sekali tidak alasan baginya untuk menjadikan SYL sebagai rival yang merugikan.

“Saya yakin demikian pula Pak SYL,” kata Akbar.

Kepada Tribun, Syahrul enggan mengomentari banyak amanah baru itu.

“Sebagai kader partai saya akan melapor dulu ke Ketum (DPP Partai Nasdem, Surya Paloh) di Jakarta,” ujarnya kepada Tribun melalui pesan WhatssApp.

Sebelumnya, secara terpisah, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, Rabu (1/8/2018) siang mengantar langsung dokumen “Rahasia Negara” dari Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko kepada Syahrul.

Penyerahan “dokumen negara” itu digelar di sebuah warung kopi di utara kota.

“Diserahkan di warkop, karena Syahrul sudah rakyat biasa,” ujar Ngabalin, kepada Tribun, Rabu (1/8/2018) pukul 23.00 malam.

Ngabalin mengaku baru tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Rabu (1/8/2018) malam, setelah dari Makassar.

“Abang baru mendarat di Jakarta ini, PP ke Makassar hanya untuk mengantarkan surat dari Bapak (Moeldoko) ke Bapak Syahrul Yasin Limpo (SYL),” ujar Ngabalin, tengah malam tadi.

Apa isi surat bermap putih itu?

“Oh, itu rahasia negara. Apa dan bagaimana isinya, itu rahasia negara dan Pak SYL juga tidak mungkin membuka surat itu di tempat umum dan memperlihatkannya kepada orang lain,” kata Ngabalin.

Setelah menyerahkan surat itu di salah satu warung kopidi Jl Bandang, Makassar, Ngabalin kembali ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Mandai, Maros.

“Saya sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden terbang khusus ke Makassar hanya untuk mengantarkan surat itu. Itu karena posisi Pak Syahrul sebagai tokoh yang sangat disegani di negeri ini,” kata Ngabalin.

Menurut anggota DPR RI periode tahun 2004 hingga 2009 yang digelari "Singa Podium Senayan" itu, sesuai perintah Jenderal (Purn) Moeldoko, Syahrul diminta ke Jakarta untuk menjadi staf di Kantor Staf Presiden karena kehadirannya dibutuhkan negara.

“Pak Syahrul itu orang hebat. Menurut Pak Moeldoko, negara yang membutuhkan Pak SYL karena pengalamannya dalam pemerintahan, yang dimulai dari camat hingga gubernur 2 periode, tak tertandingi. Bagi anak Bugis-Makassar, itu penghargaan yang luar biasa,” kata Ngabalin.

Ngabalin memastikan, Moeldoko menyampaikan perintah langsung ke dirinya tentu atas pengetahuan Presiden RI, Joko Widodo.

“Bahwa Bapak Jenderal Moeldoko membutuhkan beliau di KSP karena kebutuhan negara, tentu atas pengetahuan Bapak Presiden, saya yakin itu,” kata Ngabalin.

Politisi Partai Golkar sekaligus alumnus Universitas Hasanuddin itu memastikan posisi SYL sebagai Caleg DPR RI tidak terpengaruh oleh jabatan baru.

“Tapi bahwa akan ada pembicaraan lebih lanjut Pak SYL dengan internal DPP Partai Nasdem, itu domain Pak SYL dengan Pak Surya Paloh,” ujar Ngabalin.

Gaji

Jika betul Syahrul staf khusus di KSP, mungkin anda penasaran soal berapa gaji bakal diterimanya nanti.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 80 tahun 2015 tentang Besaran Hak Keuangan Bagi Deputi, dan Tenaga Profesional pada Kantor Staf Presiden, yang terbit dan berlaku pada 8 Juli 2015, jelas berapa gaji bakal diteriman Syahrul saat resmi menjabat.

Dalam Peraturan Pemerintah tersebut disebutkan gaji staf khusus Rp 36,5 juta.

Lebih rendah dibanding deputi, yakni Rp 51 juta.

Namun, gaji staf khusus setara tenaga ahli utama senilai Rp 36,5 juta.

Lalu, gaji tenaga ahli madya Rp 32,5 juta, gaji tenaga ahli muda Rp 19,5 juta, dan gaji tenaga terampil Rp 15,5 juta.

gaji ksp

Gaji sebagai staf khusus juga lebih rendah dibanding gaji Gubernur Sulawesi Selatan.

Belum diketahui pasti, berapa gaji Gubernur Sulawesi Selatan pada tahun 2018 atau terakhir diterima Syahrul.

Namun, lembaga antikorupsi dan pemantau anggara, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) pada tahun 2013 pernah melansir daftar 10 gubernur dan wakil gubernur di Indonesia berpenghasilan tertinggi.

Gaji Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta berada pada urutan pertama dengan nilai Rp 710 juta dan Rp 691 juta.

Sementara, gaji Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel berada pada urutan kesembilan dengan nilai Rp 228 juta dan Rp 215 juta.(*)

Mulai dari
1.
Halaman
Penulis: AS Kambie
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved