Jelang Iduladha, Konsumsi Gas 3 Kg Diperkirakan Naik 10%

Mengantisipasi lonjakan tersebut, Pertamina MOR VII stand by tiap hari untuk memonitoring stok yang ada.

Jelang Iduladha, Konsumsi Gas 3 Kg Diperkirakan Naik 10%
HANDOVER
Tabung gas elpiji 3 Kg 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jelang Iduladha yang jatuh pada 21 Agustus 2018, PT Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) VII Sulawesi terus memonitoring stok LPG, utamanya Tabung LPG subsidi 3 kilogram (kg).

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M Roby Hervindo yang dihubungi Rabu (1/8/2018) menuturkan, untuk penyaluran LPG 3 kg di Sulsel sekarang sudah melebihi kuota yg ditetapkan pemerintah. Kelebihannya sebesar sekitar 2 persen.

"Untuk Iduladha, kami estimasi kenaikan konsumsi di kisaran 6%-10% dari normal," katanya.

Alasmannya? "Pada Agustus bangak libur dan kegiatan kemasyarakatan seperti HUT RI dan Iduladha. Nah pada momen seperti itu, konsumsi LPG umumnya meningkat," ujar Roby aapaanya.

Mengantisipasi lonjakan tersebut, Pertamina MOR VII stand by tiap hari untuk memonitoring stok yang ada. "Kalau ketahanan stok masih aman hingga 12 hari ke depan," katanya.

Menyangkut permintaan LPG di beberapa kabupaten/kota di Parepare, Sinjai, dan Pinrang. Pertamina MOR VII sudah melakukan operasi pasar untuk memenuhi keperluan masyarakat.

"Khusus Parepare kita sudah over kuota 2,4 persen. Kami sudah salurkan sebesar 866.880 tabung dari kuota yang ditetapkan pemerintah sebesar 846.491 tabung, melalui dua agen dan 268 pangkalan," katanya.

Laporan di lapangan, terjadi over stok karena ada penyalahgunaan penggunaan LPG untuk laundry, restoran, dan kafe.

"Ini sangat perlu pengawasan dan penindakan dari Pemda dan aparat. Karena mengakibatkan kerugian bagi masyarakat miskin yang tidak mendapat haknya atas LPG 3 kg bersubsidi," katanya.

Pertamuna bergerak cepat dengan mengadakan rapat dengan Polres dan Disperindag Parepare. Dalam rapat yang digelar Minggu (31/7/2018) Pemda berjanji akan tindak tegas jika ditemukan resto, cafe, dan laundry yang menggunakan LPG 3 kg.

"Di sisi lain, kami sampaikan juga kalau ada agen atau pangkalan yang nakal menyalahgunakan, kami pun akan tindak tegas dengan penutupan agen/pangkalan," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help