Imunisasi Rubella Tak Sebabkan Autis, Simak Penjelasan dr Ilham Lie SpA dari SIioam Makassar

SERING terdengar isu di masyarakat bahwa MMR (measles, mumps, rubella) dapat menyebabkan autisme

Imunisasi Rubella Tak Sebabkan Autis, Simak Penjelasan dr Ilham Lie SpA dari SIioam Makassar
HANDOVER
dokter spesialis anak RS Siloam Makassar dr Ilham Lie Mkes SpA. 

Peningkatan yang amat drastic terjadi pada anak yang lahir setelah 1993, yang justru tidak mendapat imunisasi MMR. Penelitian ini menyimpulkan bahwa imunisasi MMR sangat tidak mungkin menjadi penyebab ASD. Kesimpulan lain adalah penghentian imunisasi MMR pada Negara-negara yang menggunakannya tidak akan menurunkan angka kejadian autism.

Penggunaan vaksin MMR di dunia

Saat ini, diperkirakan sebanyak 500 juta dosis vaksin MMR telah digunakan di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan imunisasi MMR dengan cakupan minimal 95 persen untuk membasmi penyakit tersebut.

Jadwal imunisasi MMR

Ikatan Dokter Anak Indonesia pada tahun 2011 merekomendasikan imunisasi MMR pertama pada umur 15 bulan, yaitu 6 bulan setelah imunisasi campak. MMR dosis kedua dianjurkan diberikan pada umur antara 5 sampai 6 tahun. Tapi bisa juga, seperti yang diprogramkan pemerintah, yang pertama diusia SD/TK.

Saat vaksinasi, anak harus dalam kondisi fit? Apakah bikin demam?

Saat menerima vaksinasi, anak harus dalam kondisi sehat. Jika sedang sakit  tunda dulu. Semingguan lah. Sehat langsung vaksinasi. Ada efek sampingnya, demam biasa saja,

Kesimpulan

Dari berbagai penelitian ilmiah yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan, imunisasi MMR tidak terbukti menimbulkan autisme ataupun autistic spectrum disorder. Imunisasi MMR berguna untuk mencegah penyakit campak, campak jerman, gondong, dan komplikasi yang dapat mengakibatkan kecacatan atau bahkan kematian

Penulis: Ina Maharani
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help