Imunisasi Rubella Tak Sebabkan Autis, Simak Penjelasan dr Ilham Lie SpA dari SIioam Makassar

SERING terdengar isu di masyarakat bahwa MMR (measles, mumps, rubella) dapat menyebabkan autisme

Imunisasi Rubella Tak Sebabkan Autis, Simak Penjelasan dr Ilham Lie SpA dari SIioam Makassar
HANDOVER
dokter spesialis anak RS Siloam Makassar dr Ilham Lie Mkes SpA. 

Hubungan antara keduanya didasari pada ingatan orangtua yang terjadi beberapa tahun sebelumnya, bukan berdasarkan bukti ilmiah yang obyektif. Lebih lanjut, 4 dari 12 subyek mengalami gangguan perilaku sebelum timbul gangguan saluran cerna.

Hal ini membantah teori peneliti itu sendiri yang menyatakan bahwa gangguan saluran cerna (yang disebabkan oleh MMR) akan menimbulkan autisme. Kekurangan publikasi ini adalah kesalahan seleksi subyek (terdapat gangguan saluran cerna sebelum timbul gangguan perilaku) dan tidak ada kelompok control, suatu hal yang amat penting dalam penelitian.

Dengan demikian publikasi tersebut tidak digolongkan sebagai publikasi ilmiah, melainkan suatu deskripsi ingatan orangtua dari suatu kelompok anak tertentu (bukan dari populasi anak pada umumnya) yang dirujuk ke klinik dokter tertentu.

Bagaimana penelitian penggunaan imunisasi MMR pada masyarakat luas?

Madsen, dkk melakukan penelitian di Denmark yang meliputi bayi yang lahir antara Januari 1991 sampai Desember 1999. Dari 537.303 anak yang diteliti, 440.655 di antaranya mendapat vaksin MMR. Penelitian yang dipublikasi dalam The New England Journal of Medicine pada 2002 itu menyatakan bahwa kejadian autisme ataupunautistic-spectrum disorders (ASD) pada kelompok yang mendapat MMR dan kelompok yang tidak mendapat MMR tidak berbeda alias sama.

Apakah MMR dapat menyebabkan kemunduran dalam perkembangan bicara anak?

Tidak. Imunisasi MMR tidak menyebabkan kemunduran perkembangan anak. Hal ini dapat dilihat dari penelitian tentang kemunduran/ regresi perilaku atau perkembangan pada autism dan hubungannya dengan imunisasi MMR. Penelitian ini dilakukan di Amerika oleh Collaborative Programs of Excellence in Autism yang didukung oleh The National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Penelitian yang dilakukan pada 12 universitas terkemuka di Amerika ini dimuat dalam Journal of Autism and Developmental Disorders pada 2006, meneliti 351 anak dengan ASD (dengan dan tanpa regresi) dan 31 anak yang khas memperlihatkan kemampuan komunikasi sosial lalu diikuti hilangnya kemampuan tersebut. Hasil penelitian tersebut adalah tidak ada bukti bahwa ada hubungan antara regresi perkembangan pada autisme dengan imunisasi MMR.

Apakah imunisasi MMR menyebabkan autisme pada anak-anak Asia?

Imunisasi MMR tidak menyebabkan autisme pada anak Asia. Honda dan kawan-kawan meneliti angka kejadian ASD pada anak berumur sampai 7 tahun di Kohoku Ward (dengan populasi sekitar 300.00 orang), suatu daerah di Yokohama, Jepang. Imunisasi MMR di Yokohama menurun drastis mulai 1988 sampai 1992. Pada 1993, imunisasi MMR dihentikan sama sekali. Namun, ternyata kerjadian kumulatif ASD pada anak sampai umur 7 tahun meningkat secara bermakna pada kelompok anak yang lahir antara tahun 1988-1996.

Halaman
123
Penulis: Ina Maharani
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved