Dosen UMI Diminta Genjot Penelitian, Begini Tujuannya

Program ini sangat penting bagi dosen, karena untuk mengusulkan proposal hibah Dikti harus memiliki ID SINTA.

Dosen UMI Diminta Genjot Penelitian, Begini Tujuannya
HANDOVER
Sosialisasi Science & Technology Index (SINTA) di Auditorium Fakultas Kedokteran UMI, Rabu (1/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LP2S) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, terus menggenjot dosen tetapnya agar giat melakukan penelitian.

Hal tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas dan kuantitas serta publikasi hasil penelitian di tingkat global melalui sosialisasi Science & Technology Index (SINTA) di Auditorium Fakultas Kedokteran UMI, Rabu (1/8/2018).

Sosialisasi yang diikuti 300 dosen tetap UMI tersebut dibuka Ketua LP2S UMI Prof Dr H Syahnur Said.

Syahnur mengatakan, sosialisasi SINTA sangat penting untuk mengukur kinerja para dosen dan peneliti dengan mengupload hasil-hasil penelitian, buku, jurnal dan paper.

Program ini sangat penting bagi dosen, karena untuk mengusulkan proposal hibah Dikti harus memiliki ID SINTA.

Baca: Rektor UMI Silaturahmi ke Konjen Australia

"Ke depan semua dosen tetap UMI wajib miliki id SINTA, dan akan terus dievaluasi, mudah-mudahan setelah sosialisasi ini progresnya baik, dan rangkinya bisa naik,"kata Syahnur.

Untuk saat ini, dosen UMI yang memiliki ID SINTA belum mencapai 50 persen dari 800 dosen tetap.

Dengan adanya sosialisasi diharapkan apat memotivasi para dosen agar lebih giat melakukan penelitian dan mempublikasikan hasil penelitiannya, sehingga tumbuh daya saing dan jurnal publikasi ilmiah pun dapat meningkat.

Sosialisasi SINTA disampaikan oleh Ahmad Najib dan Muhammad Zulfikar Murfat yang merupakan verifikator UMI yang ditunjuk oleh Dikti.(*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help