OPINI

Opini Ostaf Al Mustafa: Unhas dan Buluh Sejarah Pengekangan Mahasiswa

Penulis adalah mantan anggota Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Universitas Hasanuddin

Opini Ostaf Al Mustafa: Unhas dan Buluh Sejarah Pengekangan Mahasiswa
dokumen FB
Ostaf Al Mustafa 

Universitas merupakan tempat para intelektual untuk mewujud dalam semesta pemikiran dan pergerakan.

Itulah mengapa perguruan tinggi yang besar disebut universitas, yang seakar dengan makna universe (alam semesta) dan universal (semesta dunia).

Ostaf Al Mustafa berorasi di kawasan bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/5/2017).
Ostaf Al Mustafa berorasi di kawasan bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/5/2017). (handover)

Kata universitas mulai digunakan pada abad XIV, berasal dari Bahasa Perancis (université) dan diadopsi dari bahasa Latin yakni universe yang berarti keseluruhan, masyarakat, dan perserikatan.

Tapi pemilu tersebut, tidak berakhir dalam perhitungan suara, karena adanya sejumlah oknum yang kemudian melenyapkan dan merampas kotak suara dengan kekerasan.

Bukan karena adanya kegelapan pikiran yang merasuki perbuatan naif tersebut, tapi sesuatu yang lebih hitam dari perbuatan mereka. Hingga akhirnya SMUH meniada dari Kampus Merah.

Siapapun para pelaksana langsung dari hancurnya demokrasi ala mahasiswa Unhas kala itu, mereka bukan pihak pertama dan kedua dari kematian pelembagaan.

Masih ada pihak ketiga, namun diduga keras berkaki empat, berbulu lurus di sekujur kulitnya, berlumur pigmen penghitam, dan berasal dari famili Bovidae dan bergenus Capra.

Bila sudah dijinakkan sebagai peliharaan domestik disebut Capra hircus. Kesalahan yang bagus andai saja bisa disebut sebagai Capra hitam.

Bila saja, kelompok Capra hitam itu berani tampil sekarang untuk berbicara. Tentu kegelapan sejarah itu sudah sedikit bisa diperciki api penerang. Bisa juga sekalian dibakar saja histori tersebut.

Momen itu hanya seupil daki dari hasil produksi lelehan keringat kala membentuk kekuatan strategis di tingkat universitas. Ini cuma masa lalu, makanya hanya dikenang dalam huruf-huruf silam pembacaan.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved