Komentar Ketua DPRD Soal 41 Organisasi di Maros Terima Hibah

Chaidir mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dari 41 organisasi tersebut, tidak semuanya menerima dana hibah.

Komentar Ketua DPRD Soal 41 Organisasi di Maros Terima Hibah
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam menanggapi adanya 41 daftar organisasi yang disebut telah penerima hibah tahun 2017, berdasarkan SK Bupati Maros, Hatta Rahman, Selasa (31/7/2018).

Chaidir mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dari 41 organisasi tersebut, tidak semuanya menerima dana hibah.

"Pemerintah melihat organisasi yang aktif, makanya diusulkan sebagai penerima bantuan. Tapi kalau tidak diurus dan melengkapi persyaratan, pasti tidak akan cair," katanya.

Menurutnya, saat ini format pencairan hibah berbeda dengan sebelumnya. Hibah akan masuk rekening lembaga dan bukan perorangan seperti sebelumnya.

"Jadi yang mereka sebar di facebook dan media lain itu adalah daftar yang disiapkan pemerintah. Organisasi itu diusulkan untuk dapat penerima bantuan," katanya.

Pengusulan tersebut, sebagai bukti perhatian pemerintah terhadap kegiatan dan keaktifan organisasi," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Muh Bakri keberatan lantaran dicatut sebagai salah satu organisasi yang mendapatkan kucuran dana hibah dari Pemkab Maros, tahun 2017 lalu.

Dalam Surat Keputusan (SK) Hibah nomor 959/KPTS/900/II/2017, yang ditandangani oleh Bupati Maros, Hatta Rahman tersebut, Granat Maros dicatut mendapat dana sebesar Rp 20 juta.

SK kucuran dana hibah tersebut dinilai abal-abal. Pasalnya, Granat tidak pernah mengajukan permohonan dana hibah ke Pemkab. Namun tiba-tiba dicatut.

Selain Granat, MPC Pemuda Pancasila (PP) Maros, juga keberatan dicatut sebagai salah satu organisasi yang mendapatkan kucuran dana.

Wakil Ketua Pemuda Pancasila, Saiful Islam mengatakan, kabar yang beredar dan menjadi topik pembincangan tersebut, tidak benar atau hoax.

Menurutnya, sejak MPC PP terbentuk di Maros pada 2007 sampai tahun 2018, pengurus tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Jika ada kegiatan, PP memiliki anggaran lain. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved