Kejari Pelabuhan Segera Rampungkan Berkas Perkara Tersangka Korupsi Dana Kementerian Rp 1,4 M

"Sementara masih proses BAP," kata Kepala Cabang Kejari Pelabuhan, Makassar, Andi Irfan kepada Tribun, Selasa (31/07/2018).

Kejari Pelabuhan Segera Rampungkan Berkas Perkara Tersangka Korupsi Dana Kementerian Rp 1,4 M
Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari, Rudianto terancam hukuman 20 tahun penjara atas kasus dugaan korupsi senilai Rp 1,4 miliar. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan Makassar segera merampungkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari, Rudianto.

Rudianto merupakan tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB - KUMKM) Kementerian Koperasi.

"Sementara masih proses BAP," kata Kepala Cabang Kejari Pelabuhan, Makassar, Andi Irfan kepada Tribun, Selasa (31/07/2018).

Baca: VIDEO: Detik-detik Penjemputan Tersangka Korupsi Rp 1,4 Miliar di BTN Paopao Gowa

Baca: Korupsi Dana Kementerian Rp 1,4 M, Ketua KSP Agung Lestari Terancam 20 Tahun Penjara

Andi Irfan berjanji merampungkan berkas perkara tersangka dan dinyatakan lengkap atau P21 paling lambat Agustus mendatang.

Setelah semuanya selesai, maka tersangka selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar untuk diadili.

Rudianto saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar. Ia ditahan Kamis (26/07/2018) setelah dijemput paksa di rumahnya di BTN Paopao.

Rudianto berhasil diringkus setelah hampir setahun menjadi buronan karena tidak pernah menghadiri pemeriksaan.

Rudianto dalam perkara ini tidak sendiri. Cabang Kejari Pelabuhan sebelumnya telah menetapkan Pengawas Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari, Suwondo dan sudah divonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

Kedua terseret dalam kasus ini berawal pada 05 Februari 2013 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari di Kota Makassar mengajukan permohonan modal kerja untuk mendapatkan
bantuan pinjaman dana bergulir atau bantuan permodalan.

Permohonan itu diajukan ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi. Dimana Koperasi ini awalnya bernama KSU Kopermas Bilawaya lalu diubah menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari.

Permohonan itu kemudian dikabulkan dan menyetujui pinjaman tersebut dan telah mentransfer bantuan pinjaman dana bergulir ke rekening Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari sebesar Rp. 2 M

Namun bntuan pinjaman dari LPDB KUMKM yang diterima tersebut tidak disalurkan sesuai peruntukannya. Seharusnya dana itu disalurkan kepada nasabah/anggota koperasi yang terdapat di dalam daftar definitif .

Dana itu justru dipergunakan untuk pembelian aset berupa Ruko oleh terdakwa, sehingga perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 1,4 miliar.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved