Soroti Kinerja Kejati Sulselbar, Komisi III DPR RI Minta Kasus Jen Tang Segera Dituntaskan

Komisi III DPR RI turut menyoroti kinerja Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Bara

Soroti Kinerja Kejati Sulselbar, Komisi III DPR RI Minta Kasus Jen Tang Segera Dituntaskan
Tribun/Saldy
Owner PT Jujur Jaya Sakti, Soedirjo Aliman alias Jen Tang menghadiri sidang putusan sela di ruang utama Pengadilan Negeri Makassar, Sulsel, Rabu (18/2). Jentang melakukan pelanggaran pidana menempatkan keterangan palsu di atas akta otentik yang merugikan Direktur PT Timurama Andi Hikmah Patompo sebesar Rp10 miliar 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Komisi III DPR RI turut menyoroti kinerja Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat dalam penangan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor).

Salah satunya adalah kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) korupsi sewa lahan Buloa, yang menyeret Soedirjo Aliman alias Jentang.

Kejati dianggap tidak serius mencari keberadaan Jen Tang pasca ditetapkan sebagai tersangka. Ditambah lagi, soal pemeriksaan Putra Jen Tanh Aliman alias bernama Edy Aliman.

Anak dari pengusaha ternama di Sulsel sudah tiga kali mangkir dari panggilan, tetapi tidak ada upaya tegas dari Kejaksaan, bahkan sempat menipu penyidik dengan memberikan alamat palsu.

"Tadi soal Jen Tang kita bahas. Saya sendiri yang memintanya kenapa sampai bisa (belum diamankan), tapi seperti perjelasan ini adalah proses hukum pak Kajati pastikan kepada kami akan menyelesaikan," kata Akbar Faisal salah satu anggota Komisi III DPR RI.

Namun yang menjadi masalah serius kata Akbar Faisal, karena putra Jen Tang tersebut bebas berkeliaran di Makassar meski sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan penyidik.

Bahkan yang bersangkutan justru sempat dikabarkan berfoto bareng dengan Jokowi di SwissbellHotel beberapa hari lalu.

"Menarik ini, dengan temuan ini saya juga kaget. Maka demikian dengan segala hormat sesuai tugas danfungsi saya meminta informasi dari wartawan ini tolong ditindak lanjuti," tegas Akbar di hadapan Kajati Sulselbar, Tarmizi.

"Karena ini bisa permalukan kita semua, apalagi ternyata katanya berfoto dengan presiden, tiga kali dipanggil tetapi memberi keterangan palsu," lanjut Akbar Faisal.

Senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa. Ia meminta Kejaksaan untuk di clearkan masalah ini. "Ini harus diclearkan karena ini masalah citra Kejaksaan," sebutnya

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved