Ratusan Mahasiswa Politani Pangkep Demo di Depan Gedung Rektorat

Pantauan TribunPangkep.com, puluhan mahasiswa orasi di depan Gedung Direktur Politani Pangkep

Ratusan Mahasiswa Politani Pangkep Demo di Depan Gedung Rektorat
MUNJI
Puluhan Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (PPNP) melakukan demo di halaman Kampus Politani di Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Senin (30/7/2018). 

TRIBUNPANGKEP.COM, MANDALLE - Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (PPNP) melakukan demo di halaman Kampus Politani di Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Senin (30/7/2018).

Pantauan TribunPangkep.com, ratusan mahasiswa berkumpul dan melakukan orasi di depan Gedung Direktur Politani Pangkep.

Jenderal Lapangan, Ahmad Amiruddin mengatakan persoalan yang menjadi tuntutan kami adalah Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

"Persoalan KTM ini diduga mark up administrasi dan ada indikasi korupsi di KTM. Kami ingin transparansi data dan bukti KTM tersebut," ujarnya.

Jenderal Lapangan, Ahmad Amiruddin menujukkan KTM
Jenderal Lapangan, Ahmad Amiruddin menujukkan KTM (MUNJI)

Dia menambahkan, ada beberapa point inti dalam tuntutan yang mereka bacakan dalam aksi unjuk rasa tersebut.

"Kita ingin Wadirut 3, Pak Sulkifli harus bertanggungjawab persoalan ini dan jangan mendiamkan kesalahan dan kami akan terus kawal ini, kalau perlu ke pihak berwajib," ungkapnya.

Menurutnya, KTM tersebut sudah bermasalah pengelolaannya sejak 2013 hingga 2017. Karena ada puluhan mahasiswa yang tidak mendapatkan KTM dan buku tabungan.

"Harusnya semua mahasiswa mendapatkan KTM dan buku tabungan, tapi ini ada beberapa mahasiswa yang tidak memiliki,"kata Ahmad.

Dia menjelaskan, banyak ragam permasalahannya mulai dari mahasiswa tidak memiliki KTM, ada yang memiliki KTM, ada yang sudah miliki buku tabungan dan ada pula yang sudah memiliki buku tabungan tapi tidak ada saldo awal.

"Intinya ini melibatkan pihak ketiga BRI, ada pelimpahan kewenangan tumpang tindih dan ada 400 an mahasiswa yang punya saldo Rp 105 ribu sampai Rp 120 ribu," jelasnya. (*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help