Media Makassar Diundang Launching Produk Terbaru Huawei di Jakarta

Tribun Timur diundang untuk melihat secara launching produk teranyar Huawei di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Media Makassar Diundang Launching Produk Terbaru Huawei di Jakarta
HANDOVER
Tiga media di Makassar, salah satunya Tribun Timur diundang untuk melihat secara launching produk teranyar Huawei di Jakarta, Selasa (31/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tiga media di Makassar, salah satunya Tribun Timur diundang untuk melihat secara launching produk teranyar Huawei di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Sedikit bicoran akan produk terbaru Huawei yang mengedepankan warna sebagai obsesi terkini para manufaktur telepon seluler. Terbukti dengan melonjaknya kehadiran perangkat dengan warna gradasi. Sebab warna yang datar sudah tak semenarik dulu.

Sejumlah manufaktur tercatat sudah meluncurkan smartphone dengan tubuh berwarna gradasi sejak awal tahun ini.

Huawei kemudian meluncurkan seri premiumnya, P20 Pro dengan warna Twilight. Disusul oleh manufaktur-manufaktur lainnya. Boleh jadi, warna gradasi bakal jadi mainstream.

Daya pikat warna gradasi adalah sebab ia tampak hidup. Hukum Fisika menyatakan, cahaya melingkupi obyek tidak dengan satu warna, tapi berbagai warna. Dengan kata lain, warna gradasi tampak alami dan bisa diterima mata kita.

Sebagai contoh, kulit apel membawa nuansa merah atau hijau yang berbeda. Terlebih lagi, warna gradasi dapat menunjukkan kekayaan dan keragaman emosi, karena setiap warna dalam transisinya, memiliki kepribadiannya sendiri.

Saat sepertinya warna gradasi baru muncul dan makin disukai orang, perubahan ini sebetulnya pertama kali dipopulerkan oleh Instagram, yang mengadopsi warna gradasi pada logonya tahun 2015.

Ketika pasar makin bosan dengan warna-warna hangat yang ‘membosankan’, Instagram mendobrak norma-norma dengan warga gradasinya. Sejak itu, banyak desainer grafis mulai memperhatikan dan menggunakannya dalam karya-karya mereka.

Popularitas warna gradasi paling umum di antarmuka (UI), logo merek, font, dan desain situsweb. Namun, tak langsung muncul dihandset, sebab untuk memproduksi perangkat dengan warna itu pada skala besar, membutuhkan teknik dan teknologi manufaktur yang canggih.

Huawei telah banyak berinvestasi dalam hal tenaga kerja dan sumber daya ketika mengembangkan skema warna Twilight. Mereka menguji puluhan ribu panel kaca di sepanjang waktu. Dengan hasil hanya 20%, satu jalur produksi saja bisa bernilai US$ 147 juta.

“Proses untuk menghasilkan warna gradasi memang menghadapi banyak hambatan, membutuhkan investasi yang substansial dalam hal teknologi dan modal, serta kuantitas pengiriman minimum yang tinggi untuk mencapai titik impas,” kata Lo Khing Seng, Deputy Director Huawei Device Indonesia.

“Untuk melindungi investasinya, Huawei telah mematenkan teknologi produksi warna gradasi miliknya, dan perlindungan paten sangat layak untuk teknologi ini," lanjutnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved