Koperasi Mitra Santri Nasional Perluas Basis Ekonomi Pesantren, Hadir di 14 Daerah

Bantuan tersebut diserahkan kepada perwakilan pondok pesantren dan kelompok tani binaan dari dalam luar Sulsel.

Koperasi Mitra Santri Nasional Perluas Basis Ekonomi Pesantren, Hadir di 14 Daerah
Ketua Umum KMSN, Sholahuddin (kanan) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berinovasi guna pengembangan produk pertanian menuju swasembada pangan nasional dan lumbung pangan dunia.

Teranyar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merangkul 1.000 pondok pesantren (pompes) yang ditandai dengan teken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan menginisiasi kerjasama Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN) dengan PT Mayora di Phinisi Room Claro Hotel & Convention Jl AP Pettarani Makassar, Sabtu (28/7).

Bantuan juga diberikan Kementan usai teken MoU. Berupa 100 ekor bibit sapi, 10 traktor, 50 ton benih jagung, 10 ribu bibit jeruk, 3 ribu bibit durian, 50 ribu bibit kopi, dan 50 ribu bibit kakao.

"Tambah bibit ayam deh, tambah bibit mangga juga. Di sini ada Pak Dirjen, salurkan pak, kalau umat jangan tanggung-tanggung kita serahkan saja," kata Amran.

Bantuan tersebut diserahkan kepada perwakilan pondok pesantren dan kelompok tani binaan dari dalam luar Sulsel.

Ketua Umum KMSN, Sholahuddin via WhatsApp, Minggu (29/7/2018) menuturkan, koperasi yang dikelolalanya dan saat ini sudah memiliki 14 cabang di Indonesia terus bersinergi dengan Kementan.

Bahkan untuk olahan jagung telah dikembangkan di tiga pesantren di Lamongan, produksinya kini telah menembus pasar Malaysia dan negara-negara Timur Tengah.

"Ke depan KMSN tak hanya melibatkan 25 pesantren di Indonesia, yang kini sudah bergerak, tapi juga bisa mengajak ribuan pesantren, pengelola masjid, majlis ta’lim, kampus, hingga organisasi kemasyarakatan di tingkat desa," ujarnya.

Pesantren yang memiliki lahan agak luas diajak mengembangkan produk pertanian sehat, perkebunan, peternakan dan perikanan akan didorong mengembangkan produknya.

"Saat ini yang sudah berjalan budidaya jagung di pesantrresantren Nurul Huda, Kuningan, di Serang, Lamongan 3 pesantren, di Bangka Belitung dan Kalimantan Timur dengan KTNA Kaltim. Kita juga kerjasama dengan C-Farming IPB untuk pengembangan udang windu di kepulauan seribu,” sebutnya.

Pasca Grand Launching di Penata, pihaknya juga merencanakan untuk membuka outlet atau ritel Leumart di 50 Pesantren di Jawa Timur. "Ke depan kita kembangkan Leumart ini di tiap kota 50 outlet atau ritel, bekerjasama dengan pesantren, masjid, kampus, Ormas atau majlis taklim," katanya.

Pengembangan pupuk hayati, yang memproduksi banyak pupuk untuk produk pertanian sehat, ada green kopi, olahan jagung dari eskrim, kerupuk, puding danlainnya.

"Di Lamongan sudah jalan, bahkan sudah eksport ke Malaysia. Ke depan kita bermitra bisa dengan UMKM, kelompok tani, bahkan personal,” kata Sholahuddin. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help