Kawasan Industri Bantaeng Butuh Daya Hingga 770 MVA, PLN: Kami Akan Penuhi

Khusus untuk Sulawesi, PLN telah berhasil menambah daya listrik 739 Megawatt (MW) dari pembangkit yang beroperasi.

Kawasan Industri Bantaeng Butuh Daya Hingga 770 MVA, PLN: Kami Akan Penuhi
HANDOVER
Supervisor Humas PLN Sulselrabar, Eko Wahyu Prasongko 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum lama ini menandatangani perjanjian transaksi listrik dengan 13 investor di Jakarta.

Dari 13 investor dua di antaranya sudah teken Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) sisanya baru Memorandum of Understanding (MoU).

Supervisor Humas PLN Sulselrabar Eko Wahyu Prasongko yang dihubungi Jumat (27/7/2018) menuturkan, 13 investor yang akan menanamkan modalnya di Sulawesi membutuhkan daya yang besar.

"Namun terbesar permintaanya adalah Kawasan Industri Bantaeng dengan daya 770 Mega Volt Ampere (MVA)," katanya.

PLN siap memenuhi berapapun daya yang diminta investor. Namun itu tentu bertahap.

"Daya itu kan tidak sekaligus dipakai saat ini, jadi sambil berjalan maka PLN akan menyiapakan kebutuhan daya yang akan diperlukan," ujarnya.

Khusus untuk Sulawesi, PLN telah berhasil menambah daya listrik 739 Megawatt (MW) dari pembangkit yang beroperasi.

Didukung oleh tambahan 1.460 MVA gardu induk dan 815 kms transmisi yang memperkuat sistem kelistrikan. Angka ini akan terus bertambah dalam 10 tahun ke depan.

Sesuai dengan Rencmana Umum Penyediaan Tegangan Listrik (RUPTL) 2018-2027 PLN akan membangun total 4.848 MW, transmisi 8.269 kms, Gardu Induk 7.103 MVA untuk Sulawesi. (*)

13 investor dari Sulawesi yang menandatangani perjanjian transaksi listrik:

1. Energize 40 MVA untuk PT Huadi Nickel Alloy Indonesia
2. Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) 350 MVA untuk PT Ceria Nugraha Indotama
3. MoU (Memorandum of Understanding (MoU) untuk kebutuhan 37 MVA PT Sinergi Mutiara Cemerlang
4. MoU untuk kebutuhan 35 MVA KIMA Maros
5. MoU untuk kebutuhan 45 MVA Center Point of Indonesia
6. MoU untuk kebutuhan 35 MVA South Sulawesi LNG
7. MoU untuk kebutuhan 73 MVA FKS Land
8. MoU untuk kebutuhan 770 MVA Kawasan Industri Bantaeng
9. MoU untuk kebutuhan 44 MVA PT Macika Mineral Industri
10. MoU untuk kebutuhan 100 MVA PT And & Fang Brothers
11. MoU untuk kebutuhan 45 MVA PT Banyan Tumbuh Lestari
12. MoU untuk kebutuhan 7 MVA PT Pani Bersama Tambang
13. MoU untuk kebutuhan 75 MVA PT Gorontalo Minerals

Adapun 5 investor yang akan segera menindaklanjuti penandatanganan MoU dengan PLN pada tahap kedua adalah sebagai berikut:
1. PT Sarana Mineralindo untuk kebutuhan 70 MVA
2. PT PBI (Mineral Bumi Nusantara) untuk kebutuhan 150 MVA
3. PT Gorontalo Sejahtera Mining untuk kebutuhan 15 MVA
4. PT Arafura Surya Alam untuk kebutuhan 31 MVA
5. Kawasan Ekonomi Khusus Bitung untuk kebutuhan 85 MVA.

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help