Ikut Jemput Surya Paloh, Kepala Sekolah dan Kepala Seksi di Mamuju Terancam Turun Pangkat

Panswalu Kabupaten Mamuju menerima surat tembusan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Ikut Jemput Surya Paloh, Kepala Sekolah dan Kepala Seksi di Mamuju Terancam Turun Pangkat
Panswalu Kabupaten Mamuju menerima surat tembusan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Panswalu Kabupaten Mamuju menerima surat tembusan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Surat yang dimaksud adalah kaitannya dengan pelanggaran yang dilakukan oleh dua oknum ASN di lingkup Pemkab Mamuju.

Dalam surat KASN bernomor R-1387/KASN/7/2017 tertuang perintah kepada Bupati
Mamuju untuk memberikan sanksi pelanggaran disiplin sedang sesuai PP 53 Tahun 2010 tentang disiplin ASN.

Ketua Panwaslu Mamuju, Faisal Jumalang berharap, terbitnya surat tersebut bisa menjadi pelajaran bagi semua ASN yang ada tentang pentingnya independensi atau patuh terhadap aturan yang ada.

"Apalagi jelang Pemilu 2019, jangan seolah ingin merangkap mau menjadi ASN sekaligus tim pemenangan salah satu peserta Pemilu,"kata Faisal Jumalang kepada wartawan di kantor Panwaslu Mamuju, Jumat (27/7/2018).

Intinya, kata dia, ASN harus menentukan sikap. Jika ingin menjadi ASN, bekerjalah sesuai tupoksi dan melayani masyarakat dengan baik, serta mematuhi sumpah dari ASN, begitupun sebaliknya.

Faisal mengungkapkan, kedua ASN yang diduga melakukan pelanggaran yakni, masing-masing BA yang diketahui menjabat Kepala Sekolah di salah satu sekolah diMamuju. Serta, CI seorang Kepala Seksi di salah satu instansi di Pemkab Mamuju.

"Keduanya turut menjemput kedatangan Surya Paloh Ketua Umum DPP NasDem di Bandara Tampa Padang 23 Maret 2018 lalu, dengan menggunakan atribut partai,"ujarnya.

Sanksi terhadap pelanggaran disiplin sedang, seperti yang tertuang dalam PP 53 Tahun 2010, yakni penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun, atau penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun. Atau penurunan pangkat setingkat lebih rendah bagi oknum ASN tersebut

Penulis: Nurhadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help