Sekprov Sulbar Harap Setiap Desa Miliki Produk Unggulan

Menurut Ismail, salah satu kendala bagi masyarakat untuk menciptakan produknya ialah tidak memiliki dana

Sekprov Sulbar Harap Setiap Desa Miliki Produk Unggulan
nurhadi/tribunsulbar.com
Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Program Mandar, Cerdas dan Sehat (Marasa) dan One Viilage One Program (Ovop) oleh Pemerintah Provinsi Sulbar diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat melalui produk unggulan dan mampu merubah status desa dari tertinggal menjadi maju, bahkan mendapatkan status desa mandiri.

Hal itu diungkapkan oleh Sekertaris Provinsi (Sekprov) Sulbar Ismail Zainuddin dalam rapat koordinasi dan sinkronisasi program Marasa dan OVOP yang tertuang dalam RPJMD Sulbar 2017-2022 di d'Maleo Hotel Mamuju, Jl.Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kamis (26/7/2018).

"Kita harapkan setiap desa yang memiliki program unggulan, dapat menjadi potensi desa yang mampu menjalankan perekokonomian dengan mandiri dan merata, sehingga dapat mensejahterakan rakyat,"kata Ismail Zainuddin.

Menurut Ismail, salah satu kendala bagi masyarakat untuk menciptakan produknya ialah tidak memiliki dana, sehingga ia menyarakan agar masyarakat dicarikan investor, atau mengajak masyarakat untuk melakukan pinjaman uang di bank.

"Untuk melaksanakan program tersebut tidaklah susah, tinggal bagaimana kita mempertemukan masyarakat dengan investor, atau mengajak masyarakat untuk meminjam uang di bank, itu satu cara untuk mencipakan produk unggulan,"ujarnya.

Sementara Kepala Badan Permberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Sulbar Muh. Jaun mengatakan, program Marasa dan Opov tersebut sebagai upaya untuk menggerakkan Indeks Desa Membangun (IDM) desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi desa yang berkembang.

Untuk itu, Ia berharap dalam rakor tersebut dapat merangkum semua masukan dan saran dari masing-masing OPD terkait, sehingga lahir persepsi yang sama terhadap program Marasa dan Opov.

"Semua masukan kita akan rumuskan dan kita akan bahas, bagaimana membuat program kegiatan multi OPD ini untuk mengintervensi desa sebagai sasaran program desa Marasa dan Opov,"katanya.

Ketua panitia Ernawati, menyampaikan kondisi status desa di Sulbar berdasarkan data IDM Sulbar pada 2017 yakni sangat tertinggal sebanyak 138 desa, tertinggal sebanyak 294 desa, berkembang 130 desa, mandiri tidak ada dan maju sebanyak lima desa.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved