Korupsi Dana Kementerian Rp 1,4 M, Ketua KSP Agung Lestari Terancam 20 Tahun Penjara

Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari, Rudianto terancam hukuman 20 tahun penjara atas kasus dugaan korupsi senilai Rp 1,4 miliar.

Korupsi Dana Kementerian Rp 1,4 M, Ketua KSP Agung Lestari Terancam 20 Tahun Penjara
Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari, Rudianto terancam hukuman 20 tahun penjara atas kasus dugaan korupsi senilai Rp 1,4 miliar. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari, Rudianto terancam hukuman 20 tahun penjara atas kasus dugaan korupsi senilai Rp 1,4 miliar.

Rudianto disangka terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB - KUMKM) Kementerian Koperasi.

"Ancamannya hukuman 20 tahun penjara," kata Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan, Makassar, Andi Irfan kepada Tribun, Kamis (26/07/2018).

Andi Irfan saat ini menjalani pemeriksaan di Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan Makassar.

Pemeriksaan setelah beberapa jam yang lalu, ia ditangkap di rumahnya di BTN Paopao oleh Kejaksaan Cabang Kejari Pelabuhan Makassar.

Rudianto berhasil diringkus setelah hampir setahun menjadi buronan karena tidak pernah menghadiri pemeriksaan.

Baca: Buron Hampir Setahun, Kejari Pelabuhan Tangkap Tersangka Korupsi Rp 1,4 Miliar

Kejaksaan Cabang Pelabuhan Makassar akhirnya menangkap tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB - KUMKM) Kementerian Koperasi.
Kejaksaan Cabang Pelabuhan Makassar akhirnya menangkap tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB - KUMKM) Kementerian Koperasi. (HANDOVER)

Rudianto dalam perkara ini tidak sendiri. Cabang Kejari Pelabuhan sebelumnya telah menetapkan Pengawas Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari, Suwondo dan sudah divonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

Kedua terseret dalam kasus ini berawal pada 05 Februari 2013 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari di Kota Makassar mengajukan permohonan modal kerja untuk mendapatkan
bantuan pinjaman dana bergulir atau bantuan permodalan.

Permohonan itu diajukan ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi. Dimana Koperasi ini awalnya bernama KSU Kopermas Bilawaya lalu diubah menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari.

Permohonan itu kemudian dikabulkan dan menyetujui pinjaman tersebut dan telah mentransfer bantuan pinjaman dana bergulir ke rekening Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari sebesar Rp. 2 M

Namun bntuan pinjaman dari LPDB KUMKM yang diterima tersebut tidak disalurkan sesuai peruntukannya. Seharusnya dana itu disalurkan kepada nasabah/anggota koperasi yang terdapat di dalam daftar definitif .

Dana itu justru dipergunakan untuk pembelian aset berupa Ruko oleh terdakwa, sehingga perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 1,4 miliar.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved