Ditangkap di BTN Paopao Gowa, Mulai Malam Ini Ketua KSP Agung Lestari Nginap di Lapas

Penangkapan dipimpin Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan, Andi Irfan bersama dengan tiga jaksa dan dua anggota kepolisian

Ditangkap di BTN Paopao Gowa, Mulai Malam Ini Ketua KSP Agung Lestari Nginap di Lapas
hasan/tribun-timur.com
Penangkapan dipimpin Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan, Andi Irfan bersama dengan tiga jaksa dan dua anggota kepolisian 

Laporan wartawan Tribun-Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari, Rudianto, dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar, Kamis (26/07/2018).

Rudianto masuk lapas setelah menjalani pemeriksaan hampir empat jam di Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan Makassar sekitar pukul 14.00 Wita.

"Tersangka akan ditahan selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan sebelum dilimpahkan ke pengadilan," kata Kepala Cabang Kejari Pelabuhan Makassar, Andi Irfan.

Rudianto ditangkap di rumahnya, BTN Paopao, Gowa, Kamis (26/07/2018) sekitar pukul 09.00 Wita pagi, setelah hampir satu tahun menjadi buronan kejaksaan.

Ia merupakan buronan tersangka kasus dugaan korups dana bantuan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi.

Penangkapan dipimpin Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan, Andi Irfan bersama dengan tiga jaksa dan dua anggota kepolisian dari Resor Pelabuhan.

Rudianto dalam perkara ini tidak sendiri. Cabang Kejari Pelabuhan sebelumnya telah menetapkan Pengawas Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari, Suwondo dan sudah divonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

Kedua terseret dalam kasus ini berawal pada 05 Februari 2013 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari di Kota Makassar mengajukan permohonan modal kerja untuk mendapatkan bantuan pinjaman dana bergulir atau bantuan permodalan.

Permohonan itu diajukan ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi. Dimana Koperasi ini awalnya bernama KSU Kopermas Bilawaya lalu diubah menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari.

Permohonan itu kemudian dikabulkan dan menyetujui pinjaman tersebut dan telah mentransfer bantuan pinjaman dana bergulir ke rekening Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari sebesar Rp 2 miliar.

Namun bantuan pinjaman dari LPDB KUMKM yang diterima tersebut tidak disalurkan sesuai peruntukannya. Seharusnya dana itu disalurkan kepada nasabah/anggota koperasi yang terdapat di dalam daftar definitif .

Dana itu justru dipergunakan untuk pembelian aset berupa ruko oleh terdakwa, sehingga perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 1,4 miliar.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help