Tersandung Kasus Penculikan Balita, Yusfikar Masih Berstatus ASN di DPRD Barru

Pencopotan status Yusfikar sebagai ASN adalah kewenangan dari pemerintah setempat dalam hal ini Bupati Barru.

Tersandung Kasus Penculikan Balita, Yusfikar Masih Berstatus ASN di DPRD Barru
akbar hs/tribunbarru.com
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Barru, Zakaria Rahimi 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU.COM, BARRU - Terdakwa kasus penculikan Raihanum Malika, balita berusia 1,5 tahun di Jl Pendidikan Raya Komplek IKIP, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar, Yusfikar Majid (34) hingga saat ini masih berstatus ASN di DPRD Barru.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Barru, Zakaria Rahimi, saat ditemui di ruang kerjanya di kantor DPRD Barru Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Rabu (25/7/2018).

"Nama Yusfikar sampai hari ini masih tercatat sebagai ASN di sini (DPRD Barru)," kata Zakaria kepada TribunBarru.com.

Diketahui, Yusfikar merupakan ASN yang menjabat sebagai kasubag Risalah dan Perundangan-undangan DPRD Barru.

Menurut Zakaria, pencopotan status Yusfikar sebagai ASN adalah kewenangan dari pemerintah setempat dalam hal ini Bupati Barru, Suardi Saleh.

"Soal pencopotan Yusfikar sebagai ASN itu Pak Bupati Barru yang punya wewenang, tapi mungkin bupati Barru juga masih tunggu hasil putusan dari PN makanya belum mengambil langkah itu," katanya.

Jika berdasarkan aturan, lanjut Zakaria, pencopotan setiap ASN jika tersandung kasus minimal mendapat hukuman satu tahun enam bulan.

Baca: Yusfikar Ditangkap Polisi Karena Culik Balita di Makassar, Begini Reaksi Anggota DPRD Barru

Baca: Masih Ingat Kasus Penculikan Bayi Raihanun? Empat Pelakunya Kini Jalani Sidang

"Kalau tidak salah yah, dalam aturan kepegawaian itu minimal satu tahun enam bulan baru ASN bisa dicopot secara tidak terhormat. Di bawah hukuman itu Pak Bupati yang menentukan," ujarnya.

Zakaria menambahkan, meski masih berstatus ASN, gaji Yusfikar telah ditahan. "Sejak jadi tersangka dan diproses di Polda Sulsel gaji Yusfikar sudah ditahan, namun hutangnya yang ada di bank kita bayarkan karena itu ada perjanjian jadi harus dibayar," ujarnya.

Sebelumnya, tiga pelaku penculikan Raihanun Mailika Umar (1,5) di Kompleks UNM Jl Pendidikan Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibekuk polisi pada Selasa (9/1/2018) lalu.

Satu di antara pelaku yakni Yusfikar, kasubag Risalah dan Perundangan-undangan DPRD Barru. Sedangkan dua terduga lainnya yang juga berasal dari Barru adalah Reza dan Ayu Yuliasri.(*)

Penulis: Akbar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help