Ratusan Randis Pemkab Jeneponto Nunggak Pajak, Termasuk Randis Bupati?

Pihaknya pun telah melakukan penertiban dengan cara persuasif agar tunggakan pajak kendaraan segera dibayarkan.

Ratusan Randis Pemkab Jeneponto Nunggak Pajak, Termasuk Randis Bupati?
muslimin emba/tribunjeneponto.com
Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Samsat Jeneponto Ali Burhan GS 

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Muslimin Emba

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Sedikitnya 206 unit kendaraan dinas (randis) Pemkab Jeneponto menunggak pembayaran pajak.

Hal itu diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Samsat Jeneponto Ali Burhan GS, saat ditemui di warkop Daeng Liwang, Jl Pahlawan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (25/07/2018).

"Dari 206 randis yang bermasalah pembayaran pajaknya, sudah ada beberapa yang ditindaklanjuti, sudah dibayar. Itu saya data dari awal Juli ini," katanya. Parahnya, tunggakan pembayaran pajak kendaraan dinas itu, telah berlangsung hingga tahunan.

"Ada yang menunggak bulanan, ada yang menunggak tahunan. Totalnya itu Rp 534 juta, tapi sudah berkurang karena sudah ada pembayaran sekitar 20-30 unit tiga hari ini," katanya.

Baca: Dapat yang Baru, Dua Wakil Ketua DPRD Parepare Masih Kuasai Randis Lama

Baca: Randis Pemkab Jeneponto Diperiksa BPK, Ada Apa?

Pihaknya pun mengaku telah melakukan penertiban dengan cara persuasif agar tunggakan pajak kendaraan dinas itu segera dibayarkan.

"Kita sudah dor to dor dengan menyampaikan kepada pemerintah kabupaten untuk memberitahukan beberapa SKPD untuk segera ditindaklanjuti," tuturnya.

Di antara mobil dinas yang menunggak itu, juga termasuk kendaraan dinas yang digunakan bupati dan wakil bupati Jeneponto.

"Tapi sudah terbayar, termasuk kendaraan dinas wakil bupati dan Sekda. Mungkin setelah ada kordinasi dari pengelola anggaran terkait pembayaran paja randis ini," jelasnya.

Kepala Bidang Aset Dahlia, selaku pengelola aset kendaraan dinas Pemkab Jeneponto yang hendak dikonfirmasi terkait hal itu belum menerima telepon awak TribunJeneponto.com.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help