Sebulan Terakhir, Gas Elpiji 3 Kilogram Langka di Barru

Gas elpiji ukuran tiga kilogram di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, saat ini sedang langka.

Sebulan Terakhir, Gas Elpiji 3 Kilogram Langka di Barru
dok.tribun
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Gas elpiji ukuran tiga kilogram di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, saat ini sedang langka.

Hal tersebut diakui sejumlah pedagang yang ditemui TribunBarru.com, Selasa (24/7/2018).

Salah satunya Andi Baso, penjual tabung gas elpiji eceran di Jl Pasar Sentral, Kecamatan Barru.

Andi Baso menyebutkan, gas elpiji yang menyerupai buah melon tersebut sudah langka sejak satu bulan terakhir.

Baca: Pemkab Barru Siapkan Rp 2,9 M untuk Rehab Tiga Lapangan Sepakbola

"Saya sekarang kesulitan dapat tabung elpiji, sudah langka selama satu bulan terkahir ini," kata Andi Baso kepada TribunBarru.com.

Biasanya, kata Andi Baso, dirinya setiap hari memesan dua kali dari agen dengan jumlah 60 gas elpiji.

"Tapi sekarang sisa satu kali pesan saja, jumlahnya hanya 30 biji. Jadi masyarakat kadang masih mau tapi sudah habis, karena kurang kita dikasih dari agen," ujarnya.

Bukan hanya gas elpiji tiga kilogram yang langka, namun menurut Andi Baso, dirinya juga kesulitan mendapat tabung gas 15 Kilogram.

"Ini saya punya tabung sudah beberapa hari tinggal, sudah kosong," ujar Andi Baso sambil menunjukkan tabung yang dia punya.

Hal serupa yang diungkapkan penjual tabung gas eceran lain yang ada di Jl Jendral Sudirman, Kecamatan Barru, Ismail.

Baca: Hasil Verifikasi Berkas, 241 Bacaleg di Barru Dinyatakan TMS

Ia juga menambahkan, kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram sudah berlangsung dalam sebulan terakhir.

"Adami satu bulan langka pak. Agen katanya menggilir penjual eceran untuk dibagikan supaya penjual yang lain juga bisa dapat semua," katanya.

Ismail pun menyebut biasanya dirinya memesan tiap hari dari agen, namun saat ini hanya tiga-empat kali dalam sepakan pesanan tabung gasnya datang dari agen.

"Karena kondisinya begitu, banyak yang butuh terus langka, jadinya tabung gas juga naik pak dari Rp 17 ribu sampai sekarang sudah Rp 20 ribu perbiji. Yang kasian itu juga penjual di warung-warung, banyak yang mengeluh karena stok kadang kosong," ujarnya.(*)

Penulis: Akbar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved