Protes Tambang Galian C, Warga Leang-leang Maros Seruduk Kantor Lurah

Pemilik lahan yang berdekatan dengan lokasi tambang keberatan dan memprotes aksi pengusaha.

Protes Tambang Galian C, Warga Leang-leang Maros Seruduk Kantor Lurah
ANSAR/TRIBUNMAROS.COM
Warga RT 04 RW 02 Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-leang, Bantimurung, Maros, mendatangi lokasi tambang galian C. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Sejumlah warga RT 04 RW 02 Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-leang, Bantimurung, Maros, mendatangi kantor lurah untuk memprotes keberadaan tambang galian C jenis sertu, Senin (24/7/2018).

Warga merasa resah dengan aktivitas tambang yang merusak area perkebunan dan mengganggu warga sekitar. Setelah di kantor Lurah, massa kemudian menuju ke lokasi tambang.

Aksi protes tersebut dihadiri oleh pemilik tambang, Andi Dewi Haryanti dan Kapolsek Bantimurung, AKP Jumahir.

Ketua RT 04 RW 01 Nurdin K mengatakan, pemilik lahan yang berdekatan dengan lokasi tambang keberatan dan memprotes aksi pengusaha.

Pasalnya, tambang tersebut mengakibatkan erosi atau longsor di lahan warga.

Baca: Pemkab Maros Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak dari Menteri

Pemilik tambang dinilai mendapatkan keuntungan akibat longsor tersebut. Alasannya, tanah longsor milik warga jatuh ke tambang galian pengusaha.

"Sebelumnya tambang itu dikeruk. Tapi saat ini terisi, bekas tambang terisi lagi dengan tanah akibat longsor di lahan milik warga. Pemilik lahan sekitar tambang yang dirugikan, sementara pengusaha untung," katanya.

Warga mendesak piihak pemerintah dan pemilik tambang, supaya segera menghentikan aktivitasnya, sebelum warga mengalami kerugian dengan jumlah besar. Jika tidak, maka warga akan melakukan aksi yang lebih besar.

"Kami sangat keberatan dengan tambang itu. Lahan kami yang terus mengikis, akibat ulah penambang. Kami hanya dirugikan. Kami minta, tambang itu dihentikan," katanya.

Kapolsek Bantimurung, AKP Jumahir berharap, permasalahan tambang galian C dapat dikomunikasikan dengan baik, antara pihak penambang dan warga yang merasa keberatan.

Baca: Hingga Juli 2018, 22 Kasus Pernikahan Anak Terjadi di Maros

Jumardi menyampaikan, pihak perusahaan penambang UD Lima Putra Pratama, berani menjalankan aksinya lantaran mengantongi izin tambang dari pemerintah.

Penambang yang saat ini telah memiliki ijin dengan nomor : 0529/P2T-BKPMD/9.29.P/VII/07/2017/ Tanggal 29 Juli 2017 atas nama pemilik HJ Rosniati perusahaan.

"Usaha tambang di lokasi 10 hektare ini dikelola oleh Andi Dewi Haryati. Mereka sudah memperlihatkan izin tambangnya. Aksi berjalan lancar dan aman," katanya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved