OPINI

OPINI Rusdin Tompo: Musrenbang Anak

Penulis mengapresiasi kabupaten dan kota di Sulsel yang telah menyelenggarakan Musrenbang Anak seperti Bantaeng, Gowa, Bulukumba dan Makassar.

OPINI Rusdin Tompo: Musrenbang Anak
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Rusdin Tompo 

Hart, dalam mengevaluasi program yang bersentuhan atau yang ditujukan kepada anak-anak, membagi Tangga Partisipasi Anak atas 8 (delapan) derajat tingkatan.

Secara berturut-turut TanggaPartisipasi Anak itu, jika ditapak dari bawah, dimulai dari (1) manipulasi. Kedua, dekorasi/pajangan.

Ketiga, tokenisme/symbol. Keempat, ditugaskan. Kelima, ditanya/konsultasi. Keenam, prakarsa orang dewasa.

Ketujuh, prakarsa anak, dipimpin orang dewasa, dan tangga. Kedelapan, prakarsa anak.

Hart menyatakan bahwa tanggal 1 sampai 3 bukan partisipasi, sementara tangga 4 hingga 8 merupakan derajat partisipasi.

Menariknya, pelaksanaan Musrenbang Anak ini berbeda-beda. Di Kabupaten Gowa dan Bulukumba, pelaksanaan Musrenbang Anak langsung difasilitasi oleh bappeda setempat.

Tapi kegiatan sejenis yang dilakukan di Kabupaten Bantaeng dan Kota Makassar dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

Mungkin karena tugas pokok dan fungsinya berkaitan dengan anak, meski persoalan anak sesungguhnya lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Ada banyak manfaat Hak Partisipasi, yakni anak diberi ruang, akses, dan kesempatan untuk mengekpresikan dirinya.

Dengan begitu, anak dihargai untuk mengemukakan/menyampaikan pendapat dan pandangan-pandangannya.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved